GAYA HIDUP

Jumat, 14 Januari 2011 | 20:09 WIB

Waxing Bulu Kemaluan Wanita, Perlukah?

Dahlia
Waxing Bulu Kemaluan Wanita, Perlukah?
Waxing Foto: Ilustrasi

INILAH.COM, Jakarta - Bagi sebagian wanita mencukur (waxing) bulu kemaluan penting untuk dilakukan. Lalu seberapa pentingkah bulu untuk dicukur?

Pakar Andrologi Prof Dr. dr. Nukman Moeloek Sp And mengakui bulu kemaluan memang tidak selamanya harus dicukur. "Kalau mau cukur ya tinggal cukur, kalau tidak juga tidak apa-apa. Yang penting usahakan tetap bersih," kata Prof Nukman.

Selain karena faktor kebersihan, banyak pria mengaku menyukai Mrs V tanpa bulu karena terlihat lebih seksi. Benarkah demikian ?

"Itu sih tergantung presepsi tiap orang. Ada yang suka seperti itu, ada juga yang tidak mempermasalahkannya," ungkap Prof Nukman.

Menurut Guru Besar Andrologi dan Biologi Kedokteran Universitas Indonesia itu, umumnya pertumbuhan rambut akan terhenti setelah dua bulan. Jadi rambut kemaluan yang sudah panjang tidak akan bertambah panjang terus meski tidak dicukur.

Namun rambut kemaluan yang tidak dicukur memang berisiko sebagai tempat berkembangnya bakteri jika tidak dibersihkan dengan baik. Tapi jika dibersihkan dengan benar, bakteri tidak akan berkembang di sana.

Seperti rambut saja, walaupun panjang tapi kalau bersih, ya nggak masalah. katanya.

Pisau cukur adalah senjata yang sangat populer yang menjadi pilihan untuk menghilangkan rambut kemaluan. Bagi kebanyakan orang, teknik perawatan ini adalah solusi yang baik dibanding dengan teknik menggunting. Yang harus diperhatikan, memangkas rambut kemaluan dengan pisau cukur sebaiknya dilakukan setelah membasahinya dengan air hangat.

Sebelum dicukur, jangan lupa dibasahi dan diberi sabun dulu agar licin dan gampang mencukurnya, ujar Prof Nukman.

Selain teknik mencukur dengan pisau cukur, teknik lainnya yang bisa digunakan adalah teknik elektrolisa, laser, waxing (lilin) atau menggunakan obat penghilang rambut.

Teknik elektrolisa bisa menghilangkan bulu kemaluan secara permanen hanya dalam satu kali perawatan, tapi harganya cukup mahal. Sedangkan teknik waxing tidak terlalu dianjurkan karena menimbulkan rasa sakit pada bagian alat kemaluan yang memang sangat sensitif. Mau dicukur atau tidak, yang pasti rambut kemaluan harus dijaga kebersihannya.

Yang jelas, semua yang ada pada diri manusia itu adalah pemberian Tuhan, jadi harus selalu dipelihara, tutup Prof Nukman. [mor]

BERITA TERKAIT
Batik Air Buka Rute Jakarta-Banyuwangi
Ke Beijing, Menpar RI Recovery Dampak Polemik Bali
Takjub, Ini Cara Membuat Alis Hanya Lima Menit
Tak Perlu Membuat Alis Kanan dan Kiri Sama
Ini Karakter Alis Orang Indonesia
Tren Alis 2019: Mendekati Karakter Diri
Pesona 111 Kuda Renggong Disambut Ribuan Penonton

ke atas