SERBA-SERBI

Sabtu, 09 Juli 2011 | 18:05 WIB

Wah, Ada Tiga Kerajaan di Kabupaten Cianjur

Benny Bastiandy
Wah, Ada Tiga Kerajaan di Kabupaten Cianjur
inilah.com/Benny Bastiandy

INILAH.COM, Cianjur - Tak banyak masyarakat yang mengetahui, ternyata sebelum Dalem Cikundul membuka pemerintahan Kabupaten Cianjur tahun 1677, sudah berdiri beberapa kerajaan berusia ratusan tahun.

Di antaranya, Kerajaan Agrabintapura di Kecamatan Agrabinta, Kerajaan Tanjung Singuru di Kecamatan Bojongpicung, dan Kerajaan Jampang Manggung di kaki Gunung Manangel Kecamatan Cianjur.

Pimpinan Pondok Pesantren Bina Akhlak KH Djalaludin menuturkan, keberadaan kerajaan Agrabintapura diterangkan dalam naskah Wangsakerta tahun 1677 masehi. Kerajaan itu didirikan oleh Prabu Swetalimansakti, adik kandung Prabu Dewawarman Raja Salakanagara abad ke 2 masehi.

Sementara kerajaan Tanjung Singuru seperti yang termuat dalam Pantun Jaka Susuru didirikan oleh Prabu Jaka Susuru alias Raden Munding Kasiringan Wangi putra raja Pajajaran Prabu Siliwangi. Kemudian kerajaan Jampang Manggung didirikan Aki Sugiwanca yang juga adik kandung Aki Tirem leluhur raja-raja Sunda yang pertama kali mendirikan kerajaan Sunda di Pulosari Banten abad ke 2 masehi.

"Namun ada juga versi lain yang menyebutkan bahwa Jampang Manggung didirikan oleh Sang Hyang Borongora dari Kerajaan Panjalu. Namun kerajaan Jampang Manggung di Cianjur berbeda dan terdapat bukti-bukti fisik yang mendukung keberadaannya, berupa makam-makam Raja Jampang Manggung yang tersebar di di beberapa tempat di Cianjur," kata Eyang Junan, sapaan akrab KH Djalaludin, belum lama ini.

Selain itu, riwayat asal muasal nama-nama tempat di Cianjur, diuraikan dengan jelas dalam buku Wawacan Jampang Manggung. Misalnya saja asal nama Cugenang, Gekbrong, Warung Kondang, Cibalagung, Citarum, maupun Cisokan.

"Kami berharap ke depannya terjalin kerja sama dengan instansi terkait agar sejarah kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Cianjur dipublikasikan, khususnya di lingkungan sekolah dalam kurikulum muatan lokal," pungkas Eyang Junan, yang juga tercatat sebagai salah satu keturunan Jampang Manggung.

Salah satu tradisi Kerajaan Jampang Manggung yang saat ini kembali dilestarikan adalah memandikan anak yang telah dikhitan. Tradisi seperti ini diperuntukkan keturunan raja Jampang Manggung sejak ratusan tahun lalu.

Prosesi tradisi ini dimulai pagi hari, sejak menjelang matahari terbit dengan mengarak anak-anak yang usai dikhitan menggunakan tandu diiringi kesenian kendang pencak menuju kolam pemandian yang sudah disediakan. Iring-iringan yang dikawal ratusan pendekar tersebut menempuh jarak sekitar satu kilometer.

Sempat terhenti sekitar tahun 1970-an karena tidak ada yang mau meneruskannya, belum lama ini Pondok Pesantren Bina Akhlak di Kampung Sawargi Desa Babakan Karet Kecamatan/Kabupaten Cianjur meneruskan kembali tradisi tersebut. [gin]

#kerajaan #kabupaten cianjur
BERITA TERKAIT
Profesor Geothermal Selandia Baru Puji Kamojang
Barca Disarankan Mulai Berusaha Rekrut Isco
Batik Air Buka Rute Jakarta-Banyuwangi
Tim Prabowo Anggap Aneh Kotak Suara dari Kardus
(Jokowi Ganti Nama) MUI: Nama Itu Sebuah Doa dan Keindahan
Messi Punya Sesuatu yang Tak Dimiliki Pemain Lain
Tertutupnya Salah Satu Pintu Surga

ke atas