POKOK DAN TOKOH

Rabu, 28 September 2011 | 18:48 WIB

Heryawan Raih Penghargaan Pendidikan Inklusif 2011

*
Heryawan Raih Penghargaan Pendidikan Inklusif 2011
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menerima Penghargaan Pendidikan Inklusif 2011 dari Kementerian Pendidikan Nasional. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Mendiknas. inilah.com

INILAH.COM, Bandung - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menerima Penghargaan Pendidikan Inklusif 2011 dari Kementerian Pendidikan Nasional. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Mendiknas Mohammad Nuh di Gedung Pertemuan Hotel Novotel Manado Sulawesi Utara, Senin (12/9/2011).

Menurut Tim Penilai Nasional, Heryawan merupakan salah satu dari dua kepala daerah di Indonesia yang dinilai peduli dan berhasil dalam membina sekaligus mendorong perkembangan pendidikan inklusif di Jabar.

Penghargaan diserahkan bersamaan dengan acara Pembukaan Olimpiade Sains Nasional. Penghargaan ini diharapkan menjadi pendorong pembangunan bidang pendidikan di Jabar agar lebih baik lagi.

Saya bersyukur, pemerintah pusat dalam hal ini Kemendiknas memberikan apresiasi terkait pembangunan dunia pendidikan di Jabar. Penghargaan tersebut merupakan wujud pengakuan akan hasil kerja keras seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Jabar. Sudah tentu prestasi ini akan terus dilanjutkan dengan mencetak prestasi di bidang lainnya, tegas Heryawan.

Selain Heryawan, Jabar juga mendapat Penghargaan Pendidikan Inklusif untuk Kategori Individu yang diterima Prof. Dr. HM Iim Wasliman yang merupakan mantan Kadisdik Jabar.

Pendidikan inklusif adalah pendidikan yang dilaksanakan di sekolah/kelas reguler dengan melibatkan seluruh peserta didik tanpa kecuali, meliputi anak yang memiliki perbedaan bahasa, berisiko putus sekolah karena sakit, kekurangan gizi, tidak berprestasi, anak yang berbeda agama, penyandang HIV/AIDS, dan sebagainya. Mereka dididik dan diberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan cara yang ramah dan penuh kasih sayang tanpa diskriminasi.

Terkait dengan hal itu, Kementerian Pendidikan Nasional mendorong agar setiap individu, lembaga dan pemerintah daerah untuk mendorong perkembangan pendidikan inklusif di Tanah Air.

Sebelumnya, berdasarkan surat yang diterima dari Kemendiknas Ditjen Pendidikan Dasar, telah diadakan penilaian terkait Pendidikan Inklusif di Indonesia. Untuk itu Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar bekerja sama dengan Helen Keller International Indonesia (HKI) telah selesai melaksanakan penilaian.

Adapun kategori yang dinilai, meliputi pemerintah daerah serta sekolah inklusif dan individu. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Kemendiknas dengan HKI dan didukung oleh United State Agency for International Development (USAID) guna memberikan penghargaan bagi terselenggaranya pendidikan inklusif di Indonesia selama ini.[adv]

#heryawan
BERITA TERKAIT
Profesor Geothermal Selandia Baru Puji Kamojang
Barca Disarankan Mulai Berusaha Rekrut Isco
Batik Air Buka Rute Jakarta-Banyuwangi
Tim Prabowo Anggap Aneh Kotak Suara dari Kardus
(Jokowi Ganti Nama) MUI: Nama Itu Sebuah Doa dan Keindahan
Messi Punya Sesuatu yang Tak Dimiliki Pemain Lain
Tertutupnya Salah Satu Pintu Surga

ke atas