PENDIDIKAN

Rabu, 02 November 2011 | 18:10 WIB

Gubernur: Ruang Kelas Baru Tahan Rubuh

Yatni Setianingsih
Gubernur: Ruang Kelas Baru Tahan Rubuh
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan optimistis pembangunan ruang kelas baru yang dilakukan saat ini akan menghasilkan bangunan yang tahan dari kerusakan seperti atap rubuh. istimewa


INILAH.COM, Bandung - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan optimistis pembangunan ruang kelas baru (RKB) yang dilakukan saat ini akan menghasilkan bangunan yang tahan dari kerusakan seperti atap yang rubuh. Pasalnya konstruksi pembangunan dari bangunan RKB tersebut, akan memperhatikan berbagai aspek dan melibatkan ahli ITB dalam melakukan evaluasi pembangunannya.

"Kualitas dari bangunan ini akan bagus dan menggunakan rangka baja untuk konstruksi atapnya, sehingga tidak ada lagi bangunan yang roboh karena kayu yang lapuk atau gentingnya bergeser," terang Gubernur Jabar Ahmad Heryawan usai membuka acara 'Peluncuran Dana Ruang Kelas Baru, BOS Provinsi dan Beasiswa Khusus Siswa Miskin SMA/SMK di Jabar' di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari Kota Bandung, Rabu (2/11/2011).


Dari 5.000 ruang kelas baru (RKB), sampai saat ini pembangunan RKB tingkat SMP/MTS telah dilakukan di 12 kabupaten/kota. Yakni Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bandung, Cimahi, Kabupaten
Bekasi, Kota Bekasi, Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Bogor, Subang, Depok, dan Kota Bogor.

"Sedangkan untuk tingkat SMK baru dilakukan di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Ciamis, Kota Tasikmalaya, dan Kota Banjar. Sedangkan untuk SMA/MA baru di dua kabupaten yaitu Ciamis dan Majalengka," ucap Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Mohammad Wahyudin Zarkasyi.[ang]
#ruang kelas baru #gubernur
BERITA TERKAIT
(Aksi 412) Ini Tokoh Politik yang Hadir Parade Budaya di HI
Aksi 412, Bendera Parpol Berkibar di Parade Budaya
Barca Gagal Kalahkan Madrid Apa Tanggapan Enrique?
(Aksi 412) Ribuan Orang Ikuti Parade Budaya Kita Indonesia
Pengurusan Kontrak Tambang Diperpanjang 5 Tahun?
DPR Salut dengan Jokowi yang Temui Massa 212
Italia Gelar Referendum, Investor Lirik Emas?

ke atas