EKONOMI

Rabu, 04 Januari 2012 | 20:41 WIB

2 Perusahaan di Kota Bandung Minta Penangguhan UMK

Ahmad Sayuti AK
2 Perusahaan di Kota Bandung Minta Penangguhan UMK
Dari 5.550 perusahaan yang ada di Kota Bandung, dua di antaranya meminta penangguhan penggajian sesuai upah minimum kota (UMK). Istimewa


INILAH.COM, Bandung - Dari 5.550 perusahaan yang ada di Kota Bandung, dua di antaranya meminta penangguhan penggajian sesuai upah minimum kota (UMK), yakni PT Grantex dan PT Kasa Timbul dengan alasan tengah mengalami krisis keuangan.

Besaran UMK Kota Bandung 2012 sendiri telah disetujui sebesar Rp1.271.625 atau naik 7% dibandingkan dengan sebelumnya Rp1.188.435.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Bandung Hibarni Andam Dewi menyebutkan dari waktu sepuluh hari pengajuan penundaan pelaksanaan UMK 2012 ada dua perusahaan yang meminta penangguhan.


Jumlah perusahaan yang meminta penangguhan tak akan bertambah, pasalnya masa 10 hari untuk mengajukan penangguhan gaji seusuai UMK sudah habis. Jadi yang menangguhkan gaji sesuai UMK hanya PT Grantex dan PT Kasa Timbul, katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (4/1/2012).

Hibarni mengungkapkan, pengajuan penundaan gaji yang dilakukan oleh kedua perusahaan tersebut tidak diberlakukan kepada seluruh karyawannya tapi secara parsial.

Misalnya dari 1.055 karyawan di PT Grantex hanya 204 orang yang penggajiannya ditangguhkan. Begitu juga di PT Kasa Timbul, dari 1.140 karyawan, yang ditangguhkan hanya 1126 saja.

Kita di sini hanya memberikan surat pengantar, sedangkan yang memutuskan boleh tidaknya itu kewenangan provinsi, pungkasnya.[jul]
#umk 2012 #penangguhan #kota bandung
BERITA TERKAIT
(Alasan Teguran Menteri SS) Dirut PLN: Saya Tidak Tahu
Sistem Ganjil Genap, Ini Tanggapan Dirut KAI
Menkeu Kampanye Pertukaran Data Pajak di Forum G20
Kadin: Pemerintah Kudu Kreatif Atasi Ekonomi Sulit
KAI Akui Masih ada Praktik Calo Tiket
SKK Migas Masih Bahas Bagi Hasil Blok Masela
Inilah Polemik Menteri SS dan Menteri Rini

ke atas