NASIONAL

Sabtu, 04 Februari 2012 | 19:05 WIB

Pungli Penyebab Upah Buruh Indonesia Murah

Santi Andriani
Pungli Penyebab Upah Buruh Indonesia Murah
Staf Khusus Menakertrans, Dita Indah Sari podiuminteraktif.com

INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) menilai faktor eksternal seperti infrastuktur yang buruk dan banyaknya pungutan liar yang dialami pelaku industri, turut menjadi penyebab mengapa upah buruh di Indonesia tergolong murah.

"Sangat-sangat mempengaruhi, karena upah menjadi terjepit, pengusaha harus mengalokasikan begitu banyak dana untuk hal tersebut, sedangkan alokasi untuk upah menjadi sangat rendah," ujar Staf Khusus Menakertrans, Dita Indah Sari usai diskusi bertajuk Buruh Melawan di Jakarta, Sabtu (4/2/2012).

Dita mengatakan masalah pungli hingga kini masih menjadi keluhan umum yang paling banyak disampaikan oleh para pengusaha kepada Kemenakertrans. Tidak hanya pungli, faktor eksternal seperti buruknya infrastruktur pendukung seperti jalan-jalan yang rusak, hingga perbankan yang masih menerapkan sistem bunga yang tinggi juga dirasakan menjadi hambatan bagi dunia usaha.

"Ini yang kemudian menjadi pekerjaan rumah bagi semua kementerian, tidak hanya domain Kemenaketrans, tapi seluruh kementerian untuk bagaimana membuat ekonomi menjadi efisien,sehingga alokasi dana untuk buruh akan lebih besar ketimbang untuk dana yang lain," jelasnya lagi.

Diakui Dita sesuai fakta yang terjadi, upah buruh di Indonesia memang masih tergolong kecil. "Memang ada fakta bahwa upah buruh masih sangat rendah. Kita tidak bisa berharap orang jadi sejahtera dengan upah minimun," katanya.

Hal itu pun diamini M. Iqbal, Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Bahkan dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand dan Singapura, upah buruh Indonesia termasuk sangat kecil alias murah.

"Sudah saatnya rezim upah murah dihentikan, ini menjadi objek jual ke investor yang biasa disebut dengan upah buruh Indonesia kompetitif padahal murah," ujarnya.

Dia mencontohkan, upah buruh elektronik dan otomotif di Bekasi, hanya sebesar Rp1,8 juta. Sedangkan di Thailand sudah mencapai 300 dolar per bulan, Malaysia 500 dolar bahkan di Singapura tidak ada upah minimum. [bay]

#upah #ump #umsp #buruh #kemnakertrans
BERITA TERKAIT
50 Caleg PDIP Jombang Tak Hadiri Apel di KPU
(Kasus Peluru Nyasar) Peluru di Ruangan Vivi Ditemukan di Atas Lemari
Sandi Janjikan Lapangan Kerja dan Benahi Ekonomi
Polri Bantah Soal Intervensi yang Disebut Dahnil
Mahyudin: Hati-Hati Menggunakan Medsos
Neneng Akui Uang SGD 90 Ribu Terkait Izin Meikarta
Idrus Tanggapi Santai Soal Dapat Uang Proyek PLTU

ke atas