INILAHKORAN.COM - PENDIDIKAN
twitter facebook
Senin, 30 April 2012 | 20:19 WIB

Ijazah S1 Unpak Guru SD di Garut Abal-Abal

Oleh: Nul Zainulmukhtar
Ijazah S1 Unpak Guru SD di Garut Abal-Abal
Lembar ijazah program S1 milik guru SD di Garut yang diharapkan dapat sebagai bukti pendidikan tertinggi yang diikutinnya hanya menjadi lembar kertas tak berharga. - istimewa

INILAH.COM, Garut - Ratusan guru SD di Kabupaten Garut harus gigit jari. Lembar ijazah program sarjana strata 1 (S1) yang diharapkan dapat sebagai bukti pendidikan tertinggi yang diikutinnya hanya menjadi lembar kertas tak berharga.

Ratusan guru SD tersebut, sebelumnya, mengikuti perkuliahan program S1 yang diadakan sebuah lembaga pendidikan yang diklaim sebagai cabang dari Universitas Pakuan (Unpak) Bogor. Mereka pun menjadi mahasiswa kelas jauh di Unpak Bogor Cabang Balubur Limbangan, Selaawi, dan Malangbong yang dikelola sejumlah orang guru. Waktu perkuliahan yang cukup satu kali seminggu membuat ratusan guru SD ini tertarik mengikutinya. Bahkan dalam janga waktu 2-3 tahun mereka dapat menyelesaikan perkuliahan dan meraih gelar S1.

Namun mereka baru menyadari bila keberadaan perguruan tinggi tersebut ilegal ketika sebanyak 32 mahasiswa lulusan angkatan pertama yang hendak melegalisir ijazah S1 ke Unpak Bogor beberapa waktu lalu ditolak pihak universitas.

"Saya kaget dan bingung. Soalnya, kita sudah mengikuti ujian akhir seperti umumnya mahasiswa yang menamatkan kuliah, dan kita diberi ijazah tanda tamat kuliah. Tapi ketika legalisir ke Unpak di Bogor, ijazah kita malah langsung ditahan, dan dinyatakan kesarjanaan kita tak diakui Unpak," kata salah seorang peserta kuliah kelas jauh Unpak Cabang Balubur Limbangan, Eti (42), Senin (30/4/2012).

Kini dirinya bersama teman-temannya sesama peserta kuliah jauh menjadi kebingungan. Padahal mereka sangat mengharapkan ijazah S1 untuk kepentingan sertifikasi. Mereka juga merasa dirugikan secara moral maupun materil. Rata-rata mereka sudah mengeluarkan uang sekitar Rp20 juta sampai Rp25 juta untuk biaya kuliah.

"Kami minta kasus ini diusut dan pengelola agar bertanggung jawab atas kejadian ini," kata Eti yang juga guru di salah satu SD di Balubur Limbangan.

Sejak kejadian tersebut terungkap, kegiatan perkuliahan Unpak Cabang Selaawi, Balubur Limbangan, dan Malangbong yang dipusatkan di SMAN 15 Balubur Limbangan pun berhenti. Pihak pengelola membubarkan keberadaan perguruan tinggi tersebut. Sebanyak 70 guru SD lainnya yang menjadi peserta perkuliahan pun kebingungan. Mereka meminta pertanggungjawaban pihak pengelola.

Pengelola Unpak Cabang Balubur Limbangan Asep Rahmat, tak dapat dikonfirmasi mengenai kasus tersebut. Telepon selulernya selalu dalam keadaan mati ketika dihubungi.[ang]

BERITA TERKAIT
Kembali ke atas