INILAHKORAN.COM - LIFE STYLE
twitter facebook
Selasa, 1 Mei 2012 | 13:53 WIB

Dorong Wisata, Perhutani Andalkan Cikole Resort

Oleh: Doni Ramdhani
Dorong Wisata, Perhutani Andalkan Cikole Resort
Administratur Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Bandung Utara Daniel Budi Cahyono mematok target pendapatan Cikole Resort sekitar Rp5 miliar per tahun. - inilah.com/Doni Ramdhani

INILAH.COM, Bandung - Administratur Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Bandung Utara Daniel Budi Cahyono mematok target pendapatan Cikole Resort sekitar Rp5 miliar per tahun.

"Cikole Resort ini memang unggulan kita. Sejak 2010 kita bangun resort ini terbuka untuk umum dengan wajah baru. Untuk investasi, sejauh ini sudah menghabiskan Rp4 miliar. Tahun ini, investasinya sebanyak Rp700 juta," kata Daniel yang baru saja menjabat sebagai Administratur baru di KHP Bandung Utara itu, Selasa (1/5/2012).

Terkait target penghasilan, dia mengatakan pihaknya mematok pendapatan hingga Rp5 miliar/tahun. Capaian target itu diakuinya bukan hal mustahil yang diwujudkan. Pasalnya, pada 2011 lalu, KPH Bandung Utara berhasil membukukan keuntungan riil mencapai Rp1,4 miliar.

Daniel menjelaskan, Cikole Resort didukung aksesibilitas dan fasilitas bagus. Jalan menuju destinasi wisata itu terbilang relatif baik. Terkait akomodasi, di resor itu terdapat 17 unit cottage, beberapa barak, dengan fasilitas 36 kamar berkapasitas 90 orang.

Sebagai wahana konvensional, pihaknya menyediakan bumi perkemahan atau camping ground yang mampu menampung seribu orang. Tak hanya itu, di titik yang termasuk Kawasan Bandung Utara (KBU) terdapat gedung serbaguna berkapasitas 200 orang. Plus, paket luar ruangan atau outdoor untuk memanjakan pelancong.

"Dalam hal ini, kita ingin mengusung ingin para pengunjung itu bisa berwisata sambil rapat. Tapi, kita sadar sebagai pendatang baru sebagai pengelola destinasi wisata resor, makanya kita tidak mematok harga mahal untuk produk wisata yang kita tawarkan," jelasnya.

Meski berbisnis wisata, Daniel mengatakan pihaknya tetap menjaga kelestarian hutan tanpa mengeksploitasi hutan. Untuk itu, dalam pemanfaat hutan itu pihaknya mengacu pada UU No 41/1999 tentang kehutanan dan PP No 3/2008 tentang pengelolaan hutan sebagai payung hukum.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan memasang rambu penunjuk arah untuk memudahkan calon pengunjung. Selain itu, sejauh ini pihaknya sedang menjalin hubungan potensial kerja sama dengan Saung Angklung Udjo (SAU) untuk bisa membuka cabang di dalam area kawasan KPH Bandung Utara.[jul]

Berita Terkait
(Wahana Miniatur Kereta Api) Serunya Belajar Transportasi Massal
Kembali ke atas