NASIONAL

Selasa, 10 Juli 2012 | 17:10 WIB

Vonis Hakim Non Palu Bagi Anton untuk Pembinaan

Sumitro
Vonis Hakim Non Palu Bagi Anton untuk Pembinaan
Foto : Ilustrasi


INILAH.COM, Jakarta - Anggota Majelis Kehormatan Hakim (MKH) Taufiqurrahman Syahuri, mengatakan bahwa vonis yang dijatuhkan MKH untuk memberikan kesempatan bagi hakim Anton Budi Santoso untuk memperbaiki diri.

Mutasi yang dijatuhkan dengan tidak lagi memegang sebagai hakim non palu di Pengadilan Negeri Semarang, dari tempat sebelumnya di PN Sleman, dijatuhkan sekaligus sebagai bentuk pembelajaran hakim-hakim lain dalam menangani suatu perkara.

"Itu sebagai bentuk pembinaan dengan tidak lagi memegang sebagai hakim palu menjadi hakim non palu," terangnya usai sidang di Gedung Mahkamah Agung, Selasa (10/7/2012).


Dalam persidangan, diketahui bahwa hakim Anton dilaporkan oleh Linus M.E Roymond Renwarin ke Komisi Yudisial karena telah melanggar kode etik dan pedoman perilaku hakim. Hakim yang baru bertugas selama 16 tahun ini diduga meminta uang sebanyak Rp50 juta ketika mengurus perkara, yakni kasus perdata tentang wanprestasi perjanjian investasi dengan nomor perkara 113/p.pdt/2010/pn.sleman.

Anton dalam kesempatan itu mengakui telah bertemu dengan kuasa hukum tergugat, Budi Wijaya, saat masih proses persidangan. Hal yang kemudian menjadi bahan pertimbangan MKH untuk meringankan hukuman dari rekomendasi KY yang meminta Anton diberhentikan secara tetap dengan hak pensiun.

Usai sidang, Anton yang mengenakan baju safari warna hijau lumut langsung meninggalkan ruang sidang tanpa memberikan komentar. "No comment, saya no comment, tadi sudah disampaikan semua di sidang," ucapnya singkat.

Selain dijatuhi hukuman sebagai hakim non palu, MKH juga memutuskan Anton tidak akan mendapatkan tunjangan remunerasi 100 persen selama dua tahun. [mvi]
#hakim #mahkamah agung #komisi yudisial #pecat
BERITA TERKAIT
Irman Sesalkan Hakim Tolak Eksepsinya
Pemindahan Sidang Ahok Belum Ada Rekomendasi MA
Soal Persiapan Sidang Ahok, Ini Kata PN Jakut
Ponpes di Aceh Barat Rusak Diterjang Angin
MKD: Akom Terima Dulu Putusan, Baru Rehabilitasi
SAR Kembali Temukan Potongan Tubuh Korban Skytruck
Heboh, Video Polisi Lamar Kekasih

ke atas