NASIONAL

Sabtu, 13 Oktober 2012 | 20:07 WIB

Bupati Jember Kecewa dengan Dahlan Iskan

Laela Zahra
Bupati Jember Kecewa dengan Dahlan Iskan

INILAH.COM, Jember - Salah satu yang memicu tekad Bupati MZA Djalal mengubah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi daerah industri adalah kekecewaan terhadap Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara RI Dahlan Iskan.

Kabupaten Jember merupakan tempat sebagian perusahaan negara sektor perkebunan beroperasi, antara lain PT Perkebunan Nusantara 10, 11, dan 12. BUMN-BUMN tersebut bergerak dalam budidaya tembakau, tebu, cokelat, karet, dan lain-lain. Sebagian lahan pertanian dan perkebunan di Jember dikuasai dengan status hak guna usaha oleh mereka.

Selama bertahun-tahun berada di Jember, Djalal menganggap BUMN perkebunan tidak memberikan sumbangsih nyata bagi daerah tersebut, terutama rakyat. Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat salah satu titik kemiskinan di Jember berada di wilayah perkebunan.

Konflik tanah yang melibatkan warga dengan BUMN perkebunan juga terjadi di Jember. Sementara itu, uang penjualan hasil bumi BUMN disedot dan dibawa ke Jakarta. Kabupaten Jember tak menikmati uang hasil budidaya tersebut.

"Kita punya potensi luar biasa. Saya pernah ngomong kepada Menteri BUMN: Pak, tolong (diperhatikan) BUMN di Kabupaten Jember, khususnya kebun. Uang disedot dilarikan terus ke Jakarta. Rakyat saya tidak dapat apa-apa. Mereka memang dapat kerjaan, dapat uang, tapi itu kan karena mereka bekerja. Jadi (BUMN perkebunan) kayak VOC kan?" kata Djalal.

Menurut Djalal, Dahlan Iskan memahami pernyataan tersebut. Namun, Dahlan meminta diberi waktu untuk menyehatkan BUMN-BUMN tersebut. "Sebetulnya saya kecewa jawaban Pak Dahlan. Mau sehat atau tidak, bukan urusan saya. Urusan saya bagaimana rakyat saya sehat," katanya.

"Urusan saya bagaimana rakyat saya sejahtera. BUMN sehat bukan urusan saya. Tidak masalah perusahaan tidak sehat, yang penting rakyat saya sejahtera," kata Djalal.

Menurut Djalal, dalam visi pemerintah pusat, BUMN digenjot agar bisa meningkatkan devisa negara tanpa dibekali cara ikut menyejahterakan rakyat. "Yang penting digenjot, negara untung. Perkara untungnya memeras keringat rakyat, pemerintah pusat tidak mau tahu kan? Itu yang saya bilang tidak adil," katanya.

Dari ketidakadilan itu, Djalal bertekad membuka ruang untuk industrialisasi di Jember. "Saya akan membuka ruang sedikit, agar daerah tertentu (menjadi kawasan industri)," katanya. Dengan industrialisasi, ia percaya pertumbuhan ekonomi Jember akan semakin pesat jika dibandingkan tetap bertahan sebagai daerah pertanian.

"Jember lumbung pangan nasional, tapi rakyat saya begini-begini terus. Coba lihat sidoarjo, maju. Sawah di sana sudah habis. Sama-sama tidak makan nasi tidak apa-apa, yang penting untuk industri. Maju kan?" tambah Djalal. [beritajatim/lal]

#bupati jember #kecewa #dahlan iskan
BERITA TERKAIT
Ahok Bikin Kanal Youtube Panggil Aku BTP
Bawa Sabu, Oknum ASN Bangkalan Diringkus Polisi
Debat Berikutnya, BPN : Jangan Kaku
Sudirman Said: Syukur Pak Prabowo Tidak Terpancing
Misbakhun Bantah Ada Logo Palu Arit di Uang Kertas
Longsor di Pacet Terjang Rumah, Satu Warga Terluka
Sakit Gigi, Kakek di Kediri Gantung Diri di Dapur

ke atas