NASIONAL

Senin, 05 November 2012 | 19:30 WIB
(Tewas Dalam Pengerebekan Densus 88)

Kholid Tahu Rencana Pembunuhan 2 Polisi di Poso

Anton Hartono
Kholid Tahu Rencana Pembunuhan 2 Polisi di Poso
Ilustrasi inilah.com


INILAH.COM, Jakarta - Terduga teroris Poso, Abdul Halif Tumbingo alias Kholid yang tewas dalam penyergapan di Jalan Lorong Merpati, Kayamanya, Poso pada Sabtu (3/11/2012) lalu, diduga mengetahui rencana pembunuhan dua anggota polisi yang ditemukan terkubur di Dusun Tamanjeka beberapa pekan lalu.

"Diduga mengetahui perencanaan pembunuhan dua anggota polisi itu," ujar Kabiro Penmas Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar, Senin (5/11/2012).

Boy menjelaskan, terduga teroris atas nama Sutomo bin Sudarto alias Mohammad Yasin dan Abdul Halif Tumbingo alias Kholid memiliki peran penting di balik serangkaian aksi teror yang terjadi di Sulawesi Tengah.


Diketahui mereka terlibat dalam perencanaan penembakan anggota Polri yang berjaga di Kantor BCA Palu awal 2011 lalu. Selain itu, mereka juga berhubungan dengan buronan terduga teroris Santoso yang meminta secepatnya membuat pelatihan teror di Poso serta mengajak kelompok teroris Solo pimpinan Badri Hartoni untuk melatih pembuatan bom.

"Terduga teroris Kholid juga berperan menampung peserta pelatihan teror yang berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Ini berdasarkan keterangan dari tersangka teroris yang sudah ditangkap," jelas Boy.

Dan dari hasil penggeledahan tempat tinggal dua terduga teroris yang sama-sama tinggal di Jalan P. Tarakan, Desa Gebang Reji, Poso Kota itu, polisi menyita tiga buah bom rakitan beserta alat perakitannya, tiga unit perangkat komputer dan beberapa dokumen.

Diketahui, Kholid merupakan warga Gorontalo dan berdinas di Polisi Kehutanan Dinas Kehutanan Sulawesi Tengah. Ia tewas dalam penggerebekan pada 2 Oktober 2012 sekitar pukul 05.30 di Desa Kayamanya. Kholid tewas saat berusaha melawan aparat yang hendak menangkapnya. Dan barang bukti yang ditemukan di kediaman Khalid yakni tiga buah bom rakitan.[bay]
#kriminal #teroris #densus #poso
BERITA TERKAIT
Ritno Pakai Modus Dimas Kanjeng untuk Tipu Warga
Teroris Majalengka Terima Dana dari TKI Arab
Kasus Pembunuhan Polisi, Hakim Tolak Eksepsi WNA
Hakim Tolak Eksepsi WNA Pembunuh Polisi
Hilang 5 Hari, Musolin Ditemukan Membusuk di Kebun
Tim Selam Dikerahkan Cari Puing Pesawat
Pemeriksa Pajak Kanwil Jakarta Diperiksa KPK

ke atas