NASIONAL

Selasa, 27 November 2012 | 16:09 WIB

Gus Solah: Sutan Bhatoegana Tidak Tahu Masalah

Gus Solah: Sutan Bhatoegana Tidak Tahu Masalah
KH Salahuddin Wahid (Gus Solah) inilah.com


INILAH.COM, Jombang - Pernyataan politisi Partai Demokrat, Sutan Bathoegana, yang menuding KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terlibat kasus korupsi Brunaigate dan Buloggate mendapat reaksi dari pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid (Gus Solah), yang tak lain adalah adik kandung Gus Dur.

Menurut Gus Solah, Sutan Bathoegana merupakan orang yang serba tidak tahu. Dengan kata lain, anggota DPR RI tersebut tidak mengerti dengan yang diomongkan. Sudah begitu, Bathoegana juga tidak mau tahu. "Bathoegana itu orang yang tidak tahu masalah. Sudah tidak mengerti, tapi tidak mau berusaha untuk mengerti. Makanya komentarnya seperti itu," kata Gus Solah ketika ditemui di kediamannya, Selasa (27/11/2012).

Bukan hanya itu, menurut Gus Solah, Bathoegana juga tidak tahu apa yang diperbuat setelah melakukan kesalahan. "Seharusnya dia itu minta maaf. Untungnya, Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum sudah minta maaf, meski lewat media," katanya sambil mengatakan kasihan atas ketidatahuan Bathoegana itu.


Bagaimana dengan maraknya aksi yang mengecam Bathoegana? Menurut Gus Solah, hal itu sah-sah saja. Karena hal itu merupakan reaksi dari orang-orang yang mencintai Gus Dur. "Saya tidak menyuruh dan tidak juga melarang. Yang demo silahkan saja," katanya.

Sebelumnya, dalam acara tayang bincang sebuah stasiun televisi, Sutan menyebut Gus Dur lengser dari kursi kepresidenan karena tersandung kasus Buloggate dan Brunaigate. Pernyataan itu menuai protes dari pengagum Gus Dur dan warga NU.

Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum hari ini meminta maaf kepada keluarga Gus Dur dan warga Nahdlatul Ulama atas pernyataan Sutan yang menyebut Gus Dur lengser karena tersandung kasus Buloggate dan Bruneigate. [beritajatim.com]
#sutan #pkb #gus dur #anas
BERITA TERKAIT
Kabar Nelayan Susah, Cak Imin Kunjungi Nelayan
Siap-siap Reshuffle Menteri Menyasar PKB dan PPP
(Jika Ingin Jadi Ketum PDIP) PDIP Harus Perkenalkan Prananda Sebagai Politikus
Kepenatan Sinyal Mega Siapkan Pewaris Tahta PDIP
Usulan Mega Jadi Acuan Regenerasi Ketum PDIP
Usia Sudah Senja, PDIP Pastikan Mega Akan Pensiun
(Kirim Karangan Bunga) Ahokers Diminta Legowo Atas Kekalahan Pilkada DKI

ke atas