LINTAS JABAR

Kamis, 13 Desember 2012 | 13:17 WIB

Kecepatan KRL di Lokasi Eks Longsor 10 Km/Jam

Dian Prima
Kecepatan KRL di Lokasi Eks Longsor 10 Km/Jam
istimewa


INILAH, Bogor - Sempat tertunda satu hari dari jadwal yang direncanakan, KRL Commuter jurusan Bogor Jakarta akhirnya beroperasi normal, pascabencana rel longsor, Kamis (13/12/2012). KRL sudah bisa melintasi dua rel di lokasi bencana, meski hanya dengan kecepatan 10 km/jam.

"Alhamdulillah, jalur Bogor-Jakarta sudah bisa dioperasikan kembali dengan menggunakan dua jalur rel. Kini 95 perjalanan sudah bisa dioperasikan kembali. KRL pertama yang berangkat dari Stasiun Bogor, diberangkatkan pukul 04.22 WIB," tutur Kepala Humas PT KAI Daop 1 Mateta Rijalulhaq di Cilebut Bogor, Kamis (13/12/2012).

Sebelumnya, PT KAI akan mengoperasikan kembali dua jalur rel para hari Rabu (12/12/2012). Namun karena beberapa persiapan masih dirasakan belum siap, pengoperasian kembali jalur kereta pasca bencana, baru dilakukan hari ini.


"Jalur sebenarnya kemarin juga sudah siap, namun ada beberapa persiapan dari rangkaian kereta yang belum siap, makanya pengoperasian kita baru lakukan pada hari ini," jelasnya.

Ditambahkan Mateta, untuk awal pengoperasian kembali rangkaian KRL jurusan Bogor Jakarta ini, kecepatan kereta dibatasi hanya 10 KM/jam saat melintasi lokasi longsor. Namun secara bertahap, kecepatan akan ditambah hingga akhirnya kereta boleh dengan kecepatan normal.

"Untuk tahap awal ini, sekalian untuk pengerasan lokasi longsoran. Jadi untuk sementara kecepatan kereta kita batasi terlebih dahulu saat melintas di lokasi bencana. Secara bertahap sesuai dengan masukan tim teknis, kecepatan kereta ditambah. Termasuk beban penumpang juga untuk sementara kita batasi," paparnya.[jul]
#krl #jakarta-bogor #cilebut #longsor
BERITA TERKAIT
Pemotor Terjepit Bus TransJakarta di Kuningan
Organda Anti Transportasi Online, Ini Alasannya
Bupati Klarifikasi Situasi Kabupaten Intan Jaya
Musim Depan, Nainggolan Gabung Chelsea?
Membahas Pendidikan Seks di Masjid, Pantaskah?
Ridho Rhoma Disebut Sudah Dua Tahun Gunakan Sabu
(RUU Kesehatan Tertunda) Bursa AS Masih dalam Tren Positif

ke atas