EKONOMI

Jumat, 04 Januari 2013 | 15:34 WIB

APBN 2013: Antara Subsidi BBM dan Listrik

Ranto Rajagukguk
APBN 2013: Antara Subsidi BBM dan Listrik
Wakil Menteri ESDM, Rudi Rubiandini IST


INILAH.COM, Jakarta Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) 2013 tampaknya masih rawan. Selain masalah minyak mentah nasional (Indonesia Crude Price/ICP), kondisi kelistrikan nasional juga memicu kekhawatiran.

Lihat saja ICP yang bergantung pada keterbukaan Iran terhadap informasi nuklir bawah laut yang sedang dikembangkan. "Selama Iran tidak macam-macam dan mau terbuka, sepertinya akan aman ICP kita. Dan subsidi juga tidak akan terganggu," tutur Wakil Menteri ESDM, Rudi Rubiandini di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (4/1/2012).


Dengan amannya ICP, anggaran belanja dan pendapatan negara (APBN) 2013 sebenarnya ada potensi untuk stabil. Namun, muncul masalah lain dari subsidi sektor kelistrikan. "Sudah BBM subsidi sulit dinaikkan, terus subsidi juga listrik juga masih ada, ya sama saja. Kasihan ya negeri ini." katanya.

Sementara turunnya alokasi subsidi, dialihkan bagi pembangunan listrik di sejumlah daerah. Jadi berkurangnya subsidi belum memberikan dampak signifikan pada penerimaan negara,katanya.

Sebagai informasi, sampai saat ini ICP per Desember tahun 2012 sebesar US$ 106,90, naik US$ 0,22 dari level US$ 106,68 pada November 2012. [ast]
#apbn #listrik #TDL #BBM:subsidi
BERITA TERKAIT
Anggaran 2018 Dipotong Rp1T, LIPI Banyak Nganggur
Promosi Dagang di Balik Ajakan Millennium Energy
Arcandra: Program 35.000 MW Berpeluang 'Gatot'
DPR Desak Pemerintah Lebih Serius Kembangkan EBT
Program Ini Jamin Pasokan Listrik di Desa
Ini Cara Gubernur Erry Bebaskan Sumut dari Byarpet
Menristek: Riau Cocok Jadi Lumbung Listrik EBT

ke atas