INILAHKORAN.COM -
twitter facebook
Kamis, 1 Januari 1970 | WIB

Oleh:
18  Komentar
Image Komentar
KHALID - Jumat, 10 Mei 2013 | 15:16 WIB
Utk kasus dugaan suap yg nilainya ga ada 1 milyar kpk seakan-akan menjadi singa yg siap mencabik2 mangsanya tp bagi tindakan korupsi yg jelas2 memakan uang negara hingga triliyunan,, kpk malah kehilangan taringnya.. ada apa dng kpk??
Image Komentar
@KASIMCARE - Jumat, 10 Mei 2013 | 08:12 WIB
Kpk ibarat pepatah; gajah di kelopak mata tidak kelihatan, sementara semut yg jauh disana begitu jelas dan nampak. fakta jumlh kerugian negara: kasus century. : 6700 milyr. kasus hambalang: 243 milyr. kasus simulator. : 143 milyr. kasus sapi lhi. : 0 (nol). silahkan di google. apakah ini yg dimaksud pemberatansan korupsi? selamatkan uang negara...dan selamatkan kpk!
Image Komentar
JOHAN BUDI - Jumat, 10 Mei 2013 | 07:45 WIB
Semakin berbohong kpk dan bertindak tidak adil terhadap kasus lain (hambalang, century) maka akan semakin ketahuan bahwa kpk adalah corong "kelompok tertentu".....johan budi sebagus apapun kau ngomong untuk menutupi kedustaan, maka kedustaan itu akan semakin jelas...lihat saja
Image Komentar
KHAN KHAN - Jumat, 10 Mei 2013 | 07:12 WIB
Kpk itu tugasnya menyelamatkan aset negara yang sudah dikorupsi. perlu prioritas2 yang mana yang jelas kerugian negara. lah kasus lhi kerugian negara aja masih nol alias kosong. andaikan benar lhi mau korupsi tetap saja kerugian masih nol alias kosong. kejanggalan 1. sangat lucu jika ada penyitaan tapi uang aj belum diterima tersangka suap/korupsi 2. ngapain prioritas yg kerugian negara masih nol, uang 1 m yang diberikan indoguna ke af (lhi blm nerima apapun) itu bukan uang negara. dikatakan merugi jika indoguna sukses dpt proyek karena suap tersebut kpk gajinya tinggi tapi staffnya terbatas, harusnya prioritas penyelamatan yg jelas kerugian negaranya dan besar. jadi, kalo orang awam berprasangka kpk diskriminatif ya wajar
Image Komentar
ARIF - Jumat, 10 Mei 2013 | 07:03 WIB
Kpk berubah singkatan menjadi komisi perampasan kendaraan (kpk)

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Kembali ke atas