EKONOMI

Kamis, 14 Februari 2013 | 13:15 WIB

Curah Hujan Normal Dukung Target Produksi Pangan

Tio Sukanto
Curah Hujan Normal Dukung Target Produksi Pangan
inilah.com/Wirasatria


INILAH.COM, Jakarta - Sesuai dengan Kalender Tanam Terpadu (Katam) Musim Tanam ke dua (MT 2) tahun 2013, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian optimistis target produksi pangan nasional tahun ini dapat tercapai.

Demikian disampaikan Kepala Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian, Haryono pada Launching dan Sosialisasi Kalender Tanam Terpadu MT 2/2013 di kantor Balitbang Pertanian Jakarta, Kamis (14/2/2013).

"Berdasarkan prediksi yang dilakukan oleh BMKG maupun Balitbang Pertanian dan berbagai Lembaga Penelitian Iklim Internsional menunjukan prospek dan sifat curah hujan pada periode MT 2/2013 secara global adalah normal. Ini berarti pada periode musim tanam mendatang diharapkan tidak terjadi kejadian iklim ekstrim atau anomali iklim, yang dapat menganggu proses produksi tanaman pangan nasional," kata Haryono.


Haryono mengatakan, sub sektor tanaman pangan merupakan paling rentan terhadap dinamika dan keragaman perubahan iklim. Oleh karenanya, dengan sifat iklim yang normal tersebut dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin dalam mencapai sasaran produksi berbagai komoditas pangan, terutama padi, jagung dan kedelai.

"Penurunan jumlah curah hujan dapat secara langsung menurunkan potensi luas tanam dan produktivitas, bahkan dapat menyebabkan kegagalan panen. Oleh karena itu, sepanjang curah hujan atau air tersedia berbagai upaya percepatan waktu tanam dan peningkatan luas areal tanam harus dilakukan," kata Haryono.

Haryono menambahkan, dengan adanya informasi Katam Terpadu MT 2/2013 setiap Pemerintah Daerah, baik Provinsi maupun Kabupaten dapat lebih efeketif dalam perencanaan dan penyiapan pola dan waktu tanam yang lebih tepat dan efektif.

"Dengan memanfaatkan informasi itu, diharapkan produksi padi dapat dicapai dengan tingkat resiko kekeringan seminimum mungkin, dan dibarengi dengan pemanfaatan lahan sawah dapat lebih optimal melalui penanaman jagung dan kedelai," ujar Haryono. [mel]
#kepala balitbang #haryono #beritadeptan
BERITA TERKAIT
Impor Bawang, Menko Darmin&Mentan Amran Tak Kompak
Tugas Berat Jokowi untuk Menterinya Jelang Lebaran
Kementan Launching Kopi Luwak Pencegah Kanker
Cegah Penyakit Hewan,Kementan Bangun Lab Veteriner
Daging Sapi Masih Mahal, Ini Kata Bos Bulog
Pemerintah Sediakan Bawang Merah Rp 24.150/Kg
OP Bawang Merah Bidik Pedagang Eceran&Konsumen

ke atas
X