EKONOMI

Kamis, 14 Februari 2013 | 18:16 WIB

Petani Harus Waspadai Pengganggu Tanaman Padi

Tio Sukanto
Petani Harus Waspadai Pengganggu Tanaman Padi
Petani Padi Inilah.com/Agus Priatna


INILAH.COM, Jakarta - Memasuki Kalender Tanam (Katam) Terpadu Musim Tanam ke dua 2013, pemerintah meminta kepada petani untuk mewaspadai tiga Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang berpotensi merusak tanaman padi. Tiga OPT tersebut yaitu, pengerek batang, blast dan kresek.

Demikian disampaikan Kepala Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian, Haryono di kantor Balitbang Pertanian Jakarta, Kamis (14/2/2013). "Wilayah Jawa, Lampung dan Sulawesi Selatan harus mewaspadai gangguan tiga OPT itu," kata Haryono.

Selain mewaspadai tiga OPT tersebut, petani di beberapa wilayah seperti Sumatera, Jawa, sebagian Kalimantan Selatan, Sulawesi bagian Utara dan Selatan juga harus mewaspadai banjir.


"Data historis beberapa kabupaten di Indonesia, 20% merupakan wilayah rawan banjir dan sangat rawan banjir di lahan sawah pada musim tanam ke dua ini. Sedangkan kabupaten yang sangat rawan kekeringan terdapat di sebagian pantai barat Sumatera, pantai Utara Jawa dan NTT," kata Haryono.

Rekapitulasi Katam Terpadu Kementerian Pertanian menggambarkan bahwa, potensi awal tanam MT ke dua dan Musim Kering pertama (MK) 2013 di Jawa adalah Maret I-II, di Maluku dan Papua adalah Maret III-April I, sedangkan di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara adalah Mei I-II.

Pemerintah memperkirakan sifat hujan dominan di Indonesia selama MT II dan MK I 2013 adalah normal. Luas sawah untuk tanam padi dengan sifat hujan normal sekitar 2,95 juta hektar. Sedangkan luas lahan sawah dengan sifat hujan bawah normal sekitar 1,55 juta hektar.

Wilayah tersebut meliputi bagian Timur Sumatera, bagian Timur Jawa, Bali-NTB, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Papua. Sementara luas sawah dengan sifat hujan di atas normal sekitar 0,76 juta hektar. Wilayah tersebut meliputi sebagian pantai barat Sumatera, Kalimantan Tengah dan wilayah Selatan Papua. [mel]
#opt #beritadeptan #hama #kepala balitbang
BERITA TERKAIT
Realisasi Kredit Perbankan di Bali Naik 9,7%
Bagi Industri, Plastik Lebih Aman dan Efisien
Industri Plastik Tergantung Daya Beli Masyarakat
KESDM Bagikan 330 Converter Kit di Tuban
Inilah Skema Insentif Logistik dari PLB Cikarang
OJK: WNI di Singapura Jangan Takut Ikut TA
Tender PLTU Batal, PLN Main Api?

ke atas