NASIONAL

Kamis, 07 Maret 2013 | 23:02 WIB

Lebih dari 50 Persen Pemilih Sumut Golput

Anton Hartono
Lebih dari 50 Persen Pemilih Sumut Golput
Inilah.com


INILAH.COM, Jakarta - Hasil quick count Indo Barometer di Pemilukada Sumatera Utara yang digelar pada Kamis (7/3/2013) telah mencapai 100 persen dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) masuk dan diketahui pasangan Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi berada di posisi puncak. Namun dari partisipasi pemilih di Pemilukada Sumut masih terbilang sangat rendah.

Pasalnya, lebih dari 50 persen pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) memilih Golput. "Angka partisipasi pemilih sangat rendah, hanya sebesar 47,60 persen," demikian disampaikan Muhammad Qodari, Direktur Eksekutif Indo Barometer, Kamis (7/3/2013).

Menurutnya, partisipasi pemilih adalah jumlah antara suara sah dan suara tidak sah, angka partispasi pemilih sebesar 47,60 persen. Sedangkan suara yang tidak datang ke TPS sebesar 52,39 persen.


Berdasarkan data yang tercatat dari hasil quick count Indo Barometer, partisipasi pemilih dengan suara sah sebesar 45,47 persen dan suara tidak sah sebesar 2,13 persen. Suara tidak datang sebesar 52,39 persen.

Meskipun pasangan Gatot-Tengku sudah unggul menurut versi Indo Barometer, namun untuk menentukan pemenang dalam Pemilukada Sumatera Utara tetap mengacu pada keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara.

Indo Barometer merilis hasil hitung cepat pemilukada Sumatera Utara yakni pasangan Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi unggul dengan perolehan suara 32,87 persen. posisi kedua yakni pasangan Effendi Simbolon0Djumiran Abdi dengan raihan suara 23,93 persen.

Selanjutnya pasangan Gus Irawan Pasaribu-Soekirman meraih suara 21,82 persen, pasangan Amri Tambunan-Rustam Effendi Nainggolan meraih 12,01 persen dan pasangan Chairuman Harahap-Fadly Nurzal meraih suara 9,37 persen. [ton]
#pemilih #sumut #golput
BERITA TERKAIT
(Pilgub DKI 2017) PKS Belum Putuskan Koalisi dengan Gerindra
Kembali Menyoal Etika Politik Ahok
Novanto: Megawati Bijak Sikapi Dukungan Jokowi
Reshuffle Jokowi dan Kembalinya Neoliberalisme
(Jelang Esksekusi Mati) Jampidum Sudah Berada di Nusakambangan
Keluarga Terpidana Mati Sudah Dapat Pemberitahuan
(Cegah Perompakan) DPR: Pemerintah Perlu Ratifikasi Perjanjian

ke atas