LINTAS JABAR

Kamis, 14 Maret 2013 | 14:22 WIB

800 Orang Jadi Korban Trafficking di Cianjur

benny bastiandy
800 Orang Jadi Korban Trafficking di Cianjur
ilustrasi



INILAH.COM, Cianjur Korban kasus perdagangan orang (human trafficking) di Kabupaten Cianjur bisa dibilang salah satu yang tertinggi di Jawa Barat. Sejak tahun 2007 hingga saat ini, jumlah korban trafficking di Kabupaten Cianjur mencapai lebih kurang 800 orang.
Ketua Bidang Hukum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur, Lidya Umar Indrayani mengatakan, Cianjur menjadi satu dari daerah di Indonesia yang paling tinggi kasus trafickingnya. Sejak tahun 2007, kata dia, jumlah korbannya mencapai 800 orang.
Tapi itu yang terdata saja. Jumlahnya di lapangan bisa lebih dari itu, tapi banyak yang malu atau segan untuk melaporkan. Karena itu kita selalu mengajak masyarakat Cianjur terutama perempuan yang menjadi korban trafficking untuk tidak sungkan dan malu melaporkan persoalannya, kata Lidya, Kamis (14/3/2013).
Lidya berencana, ke depan membangun selter khusus bagi korban trafficking. Diharapkan, adanya selter tersebut bisa menjadi upaya penanganan terhadap korban-korban.
Dengan adanya selter khusus itu, mereka tentu akan bisa lebih leluasa menyampaikan permasalahannya secara gamblang, sehingga kita menjadi mudah untuk menemukan akar permasalahannya termasuk dalam mencarikan jalan keluarnya, pungkasnya. [ing]
#cianjur #trafficking
BERITA TERKAIT
Kuartal III-2017, Laba Bersih BTN Rp2 Triliun
(3 tahun Jokowi-JK) Monopoli Izin Importasi Garam Masih Subur
Intip Kiat Yuanita Christiani Tangkal Kolesterol
Tesla Akan Dirikan Pabrik Sendiri di China
Kapolri Komitmen Tangani Kasus Perempuan dan Anak
Doa Keluarga Sakinah
Mulai Gaya Hidup Sehat dengan Sayur-Buah Organik

ke atas