NASIONAL

Sabtu, 23 Maret 2013 | 20:04 WIB

Tinggalkan KUHP Belanda, Bikin Hukum Indonesia

Fadhly Dzikry
Tinggalkan KUHP Belanda, Bikin Hukum Indonesia
Mantan Anggota DPR RI Permadi Satrio Wihoho inilah.com/wirasatria


INILAH.COM, Jakarta - Mantan Anggota DPR RI Permadi Satrio Wihoho menyatakan Indonesia sebaiknya membuat Undang-Undang sendiri yang baru, karena hukum belanda selama ini yang dipakai sudah tidak mampu lagi mengakomodir kehidupan bangsa.

"KUHP tinggalkan yang lama, bikin baru yang benar-benar sesuai dengan bangsa, asli Indonesia," ujarnya Permadi di Jakarta Pusat, Sabtu (23/3/2013).



Permadi sendiri mengaku mendukung revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang didalamnya terkandung pasal mengenai aturan hukum santet. Menurutnya ilmu santet atau gaib itu bisa dibuktikan.Namun dia meminta agar melibatkan orang-orang yang mengerti dengan ilmu tesebut dalam pembahasannya di DPR.


Dia mencontohkan serang ibu-ibu dimasuki roh dan di minta sepuluh orang polisi memegang ibu tersebut, namun kesemuanya terpental.

"Di Klaten ibu-ibu dimasuki roh jahat, dipegang sepuluh orang polisi dan mereka tidak sanggup dan terpental. Itu fakta, kenapa tidak dipelajari, di luar negeri itu fenomena," tambahnya.

Dia juga mengatakan, perlu ada kerja sama antara dokter dengan dukun. Permadi membandingkan kejadian di luar negeri yang mengkolaborasikan antara dokter dengan seorang dukun dalam menganalisa sebuah penyakit. [mvi]
#nikah siri #kupul kebo #revisi #kuhp #santet #kuhap
BERITA TERKAIT
H+1, Tol Darurat Gringsing Masih Dipadati Pemudik
Gempa Berkekuatan 4 SR Guncang Tidore
Rest Area Cipali KM102 Dilakukan Sistem Buka Tutup
Lebaran H+1, Jalur Nagreg Menuju Garut Padat
Ini Pesan SBY Untuk Anies-Sandi
Mensos Berlebaran Dengan Tokoh Kristen di Surabaya
Pemudik Pesawat Terbang Meningkat, Ini Kata Menhub

ke atas