PASAR MODAL

Rabu, 17 April 2013 | 16:22 WIB

PGAS Bantah Buyback Saham oleh Pemerintah

Ranto Rajagukguk
PGAS Bantah Buyback Saham oleh Pemerintah
(foto:pgn)


INILAH.COM, Jakarta - Manajemen PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) membantah adanya pembelian saham kembali (buyback) oleh pemerintah yang disinyalir sebagai langkah mengendalikan dan memaksimalkan aksi bisnis perseroan.

"Terus terang buyback sendiri saya baru dengar. Kami tidak ada pembahasan mengenai hal itu oleh pemerintah," ujar Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Jakarta, Rabu (17/4/2013).

Hendi menambahkan, belum lama ini pihaknya telah melakukan pertemuan dengan jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun, dalam pembahasan bersama Kementerian sektor strategis ini, pihaknya sama sekali tidak membahas masalah mengenai usulan buyback saham perseroan.


"Kami bertemu dengan Menteri ESDM Jero Wacik, dan Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo. Namun tidak ada pembicaraan spesifik mengenai hal tersebut," ucapnya.

Menurut dia, timbulnya isu buyback saham yang ada saat ini merupakan hasil spekulatif sejumlah orang atau kelompok. Sebab, dalam bisnis strategis seperti ini, Hendi mengaku banyak melahirkan spekulan.

"Itu hanya spekulatif saja. Wajar memang ada isu mengenai hal tersebut. Namun perseroan sendiri membantah adanya hal tersebut. Dalam RUPST juga kami tidak ada item yang membahas mengenai buyback saham," katanya.

Perusahaan pelat merah di sektor distribusi gas kini sekitar 51% sahamnya dikuasai oleh pemerintah, sementara 49% telah di lepas ke publik. [mel]
#pgas #dirut pgas hendi #bantah buyback
BERITA TERKAIT
Usaha Laundry Ini Hemat 50% Pakai Gas Bumi PGN
PGN Alirkan Gas ke 4.000 Rumah Tangga di Batam
PGAS Alihkan Hak Tagih Piutang Senilai US$28,1 Jt
PT Arwana Citramulia Gunakan Gas Bumi PGN
Telkom Tegaskan Optik tak Gunakan Produk Tiongkok
KPK Harus Tuntaskan Pemeriksaan Suap Garuda
BEI: Pekanbaru Potensi Sentra Pertumbuhan Investor

ke atas