NASIONAL

Senin, 22 April 2013 | 11:55 WIB

2 Pegawai Pajak Beberkan Pemerasan Pajak AHRS

Firman Qusnulyakin
2 Pegawai Pajak Beberkan Pemerasan Pajak AHRS
Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha inilah.com/Agus Priatna


INILAH.COM, Jakarta - Komisi Pemberantansan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus pemerasan pajak oleh Pargono Riyadi terhadap Asep Hendro, pemilik produsen aksesoris otomotif Asep Hendro Racing Sport (AHRS).

Kali ini, KPK meminta keterangan dari karyawan Ditjen Pajak Wilayah Jakarta Pusat, yaitu Suryanta dan Miando Sahala Hasintongan. "Keduanya diperiksa untuk tersangka Pargono Riyadi," ujar Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Senin (22/4/2013).


Pargono dijadikan tersangka tunggal karena dianggap telah melakukan upaya pemerasan terhadap wajib pajak. Modusnya PR selaku penyidik PNS menyalahgunakan wewenang memeras wajib pajak Asep Hendro.

Asep Hendro mengaku sudah membayar pajak sesuai dengan yang ditentukan. Tapi Pargono kemudian memeras seolah olah pembayaran pajak yang dilakukan AH bermasalah sehingga harus membayar lebih. Pargono kemudian dijerat dengan pasal pemerasan 12e atau pasal 23UU no 31 tahun 99 jo uu no 20 tahun 2001.Jo pasal 421 KUHP. [tjs]
BERITA TERKAIT
Tuty Alawiyah Wafat
NasDem Harus Lihat Kinerja Bila PAW Inggard
Kunjungan Kerja, Jokowi Bertolak ke Yogyakarta
Pecat Kader Seenaknya, NasDem Layak Dikritik
(Isu Tukar Guling Pembebasan WNI) Guru Besar UI: Mary Jane Jahat
Pecat Inggard, NasDem Tak Profesional
Respon KPK Soal Putusan Praperadilan Sumber Waras

ke atas