LINTAS JABAR

Senin, 29 April 2013 | 17:32 WIB

Program Cetak Sawah Baru Jangan Jadi Arena Korupsi

Vera Suciati
Program Cetak Sawah Baru Jangan Jadi Arena Korupsi
inilah.com/Benny Bastiandy


INILAH, Sumedang- Program pencetakan sawah baru yang kini sudah mulai dicanangkan pemerintah kota dan kabupaten di Jawa Barat bisa menjadi arena baru untuk melakukan korupsi bagi pemerintah.


Pasalnya, dengan besarnya biaya yang dialokasikan untuk penguatan kelembagan dan pembinaan masyarakat, serta pengadaan pendukung menjadi daya pikat untuk dikorupsi.

Sementara, jika melihat dari motivasinya yaitu untuk penguatan dan ketahanan pangan, Dosen Sosiologi dan Penyuluhan dari Fakultas Pertanian Unpad, Iwan Setiawan menilai sesuatu hal yang baik.


Saat ini memang banyaknya program pencetakan sawah baru di beberapa kota dan kabupaten terutama di Sumedang dengan adanya Bendungan Jatigede, lantas pemkab meminta kompensasi dengan pencetakan sawah baru, tapi saya khawatir, program ini menjadi arena baru untuk berkorupsi, kata Iwan, Senin (29/4/2013).

Di Sumedang, akibat pembangunan Bendungan Jatigede dan Jalan Tol Sisumdawu akan ada 4000 hektare lahan sawah yang hilang dari 10.000 hektare lahan sawah yang ada dan bisa menghasilkan 388.981 ton padi.

Menurut Iwan, lahan sawah baru memang bisa diadakan dari lahan milik pribadi, lahan pemerintah atau lahan negara, dan lahan milik perusahana atau swasta. Dalam proses pengalihfungsiannya pasti membutuhkan perizinan dan proses.

Pemerintah harus memastikan apakah pembuatan sawah baru ini merupakan program pemerintah yang dalam prosesnya bisa membuat sawah dengan cara pengadaan lahan atau hanya dengan mengedepankan motivasi ketahanan pangan maka masyarakat dan pemilik lahan pun bersedia mengalihfungsikannya ladangnya menjadi sawah, kata Iwan.[ito]
#sawah #korupsi
BERITA TERKAIT
(Aksi 412) Ini Tokoh Politik yang Hadir Parade Budaya di HI
Aksi 412, Bendera Parpol Berkibar di Parade Budaya
Barca Gagal Kalahkan Madrid Apa Tanggapan Enrique?
(Aksi 412) Ribuan Orang Ikuti Parade Budaya Kita Indonesia
Pengurusan Kontrak Tambang Diperpanjang 5 Tahun?
DPR Salut dengan Jokowi yang Temui Massa 212
Italia Gelar Referendum, Investor Lirik Emas?

ke atas