EKONOMI

Minggu, 05 Mei 2013 | 18:09 WIB

Pakai E-KTP, Dana Kompensasi BBM Tepat Sasaran

Ahmad Munjin
Pakai E-KTP, Dana Kompensasi BBM Tepat Sasaran
inilah.com


INILAH.COM, Jakarta - Agar dana kompensasi dari penyesuain harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tepat sasaran, pemerintah perlu memanfaatkan E-KTP.

Pengamat Ekonomi UI Aris Yunanto menyebutkan, dengan data Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) yang sudah diimplementasikan kebijakannya, pemerintah bisa mendata secara online siapa saja orang yang berhak mendapatkan dana kompensasi.

"Pemerintah harus manfaatkan E-KTP. Itu kan kita sudah ada. Harus diberikan kepada yang benar-benar berhak, by name by address," tutur Aris kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (5/5/2013).

Dengan penyesuain harga pada seluruh lapisan masyarakat, pemerintah memang disarankan memberi dana kompensasi bagi kalangan menengah ke bawah. Sebab, indikasi dampak kenaikan harga BBM bakal memicu barang-barang konsumsi menjadi tinggi harganya.


"Kenaikan ini ditujukkan bagi seluruh lapisan masyarakat. Tidak semua masyarakat bisa adjust atau menyesuaikan dengan kondisi ekonominya. Karena itu memang hal seperti ini harus disiapkan pemerintah," ujar Aris.

Pemerintah dalam waktu dekat akan menaikkan harga BBM subsidi. Renacananya pemerintah perlu membawa masalah konpensasi kenaikan harga BBM bersubsidi ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menyiapkan dana kompensasi terlebih dahulu baru upaya penaikan BBM dilakukan.

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN-P) yang rencananya akan dimulai pekan depan, lobi-lobi politis menurut Aris perlu diminimalisir guna percepatan aksi program pemerintah.

"Saya berharap jangan lama dan jadi alot itu nanti ada pengaruh juga ke masyarakat. Jika cepat, anggaran selamat, dan rakyat pun juga terbantu dengan dana kompensasi," ujarnya. [jin]
#bbm #dana konpensasi #aris yunanto #e-ktp
BERITA TERKAIT
Inilah Aturan Baru Bagi Penyalur BBM
Lifting Migas Bersandar ke Lapangan Banyu Urip
Kementan Kecewa RPH Potong Sapi Betina
OJK Permudah Calon Direksi Bank dan Asuransi
(Tim Ekonomi Baru) Respons Pasar Bisa Negatif Terhadap Janji Darmin
Kementan: Pasokan Daging Sapi Kurang 233 Ribu Ton
Menteri Archandra akan Teruskan Program 35 Ribu MW

ke atas