NASIONAL

Jumat, 24 Mei 2013 | 03:17 WIB

Dada & Edi Sembunyikan soal Suap Hakim Setya

Firman Qusnulyakin
Dada & Edi Sembunyikan soal Suap Hakim Setya
Edi Siswandi dan Dada Rosada dan (Foto : inilah.com)


INILAH.COM, Jakarta - Wali Kota Bandung Dada Rosada dan bekas Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Edi Siswandi merampungkan pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (23/5/2013) malam. Keduanya keluar secara bersamaan.

Dada yang diperiksa hampir 12 jam memilih irit bicara saat awak media mencecar sejumlah pertanyaan kepadanya.

Dada mengaku dicecar penyidik pada pemeriksaannya hari ini. Namun, dia enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut. Termasuk saat disinggung apakah materi pemeriksaan hari ini seputar uang saweran yang dikumpulkan untuk menyuap sejumlah hakim Pengadilan Negeri Bandung, termasuk hakim Setyabudi Tejocahyono.

"Soal pemeriksaan, melengkapi yang kemarin. Banyak yang ditanyakan," kata Dada usai menjalani pemeriksaan.

Namun, pengakuan berbeda diungkapkan Edi soal uang saweran tersebut. Edi yang saat ini mencalonkan diri sebagai wali kota dalam Pemiliukada Kota Bandung tak menampik jika pemeriksaannya hari ini salah satu materi yang ditanyakan penyidik KPK seputar uang saweran itu.


"Antara lain," kata Edi yang saat ini calon Wali Kota Bandung yang diusung dari Partai Demokrat usai menjalani pemeriksaan hampir selama delapan jam.

Pada pemeriksaan hari ini, kata Edi, tak dikorek penyidik soal vonis perkara bansos (bantuan sosial) di Pengadilan Negeri Bandung itu.

Setelah memberikan sedikit keterangan kepada awak media itu, keduanya lantas meninggalkan gedung KPK dengan mobil terpisah.

Perbedaan soal lamanya pemeriksaan kedua orang itu lantaran Dada telah hadir dan menjalani pemeriksaan sekitar pukul 10.00 WIB. Sementara Edi tiba di gedung KPK sekitar pukul 14.38 WIB.

Dalam kasus suap penanganan perkara Bansos Pemkot Bandung ini, KPK telah menjerat Hakim Pengadilan Negeri, Setyabudi Tedjocahyono, Ketua Ormas Gasibu Bandung, Toto Hutagalung, Plt Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Pemkot Bandung, Herry Nurhayat serta anak buah Toto, Asep Priana.[jat]
#kpk #dadarosada
BERITA TERKAIT
(Kasus e-KTP) KPK Tetapkan Anak Buah Mendagri jadi Tersangka
Sri Mulyani Akui Hartanya Bertambah
Puluhan Anggota DPD Ajukan Penangguhan Irman
Anggota DPD Batal Jenguk Irman Gusman
Farizal 'Jaksa Nakal' Jalani Pemeriksaan Etik
Di Balik KPK Letoy Soal BLBI dan Century
KPK Dinilai Langgar UU KUHAP di Kasus Irman Gusman

ke atas