INILAHKORAN.COM - LINTAS JABAR
twitter facebook
Selasa, 28 Mei 2013 | 06:30 WIB

Memo-Ade Dicalonkan di Pilbup, Golkar Garut Pecah

Oleh: Zainulmukhtar
Memo-Ade Dicalonkan di Pilbup, Golkar Garut Pecah

INILAH, Garut - Perpecahan di tubuh Partai Golkar Kabupaten Garut semakin mengemuka menyusul rencana pemaketan Memo Hermawan-Ade Ginanjar sebagai bakal cabup-cawabup pada Pilbup Garut 2013.

Reaksi keras terutama datang dari kalangan pinisepuh partai berlambang beringin. Rencana pemaketan anggota Fraksi PDIP DPRD Jabar dan Ketua DPD II Partai Golkar Garut yang diambil kalangan kader muda dan pengurus DPD Golkar Garut itu dinilai merupakan langkah yang kurang tepat. Keputusan itu juga dinilai tanpa memikirkan untung ruginya bagi pemenangan Pilbup Garut 2013 maupun masa depan Partai Golkar.

Mestinya kader muda Partai Golkar bisa lebih realistis memandang persoalan Pilkada di Garut. Luka lama masih belum terobati atas dua kali Pilkada (2003 dan 2008) yang dialami Partai Golkar, ujar sumber di lingkungan Partai Golkar Garut, Senin (27/5).

Saat dikonfirmasi, Ade Ginanjar menyangkal terjadi perpecahan di tubuh partainya terkait munculnya pertentangan atas rencana koalisi PDIP-Partai Golkar untuk pengusungan pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Garut itu.

Tidak ada perpecahan antarkader. Tidak ada masalah! Semua sepakat karena sudah melalui mekanisme partai," tandas Ade kepada INILAH, Senin (27/5).

Ade menilai sangat wajar jika terdapat perbedaan pandangan di tubuh Partai Golkar. Apalagi di tengah suhu politik yang mulai memanas menjelang Pilbup Garut. Ade menduga isu perpecahan di Partai Golkar tersebut sengaja diembuskan segelintir kelompok yang tidak puas atas hasil keputusan disepakati pengurus DPD II Partai Golkar Garut maupun Dewan Pertimbangan Partai.

Dia menegaskan, berbagai pertimbangan telah dilakukan secara matang terkait rencana koalisi partai dan pengusungan pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Garut untuk pemenangan Pilbup Garut pada 8 September 2013 nanti.

Sampai hari ini (kemarin), secara tertulis belum ditandatangani pengurus DPD Partai Golkar Jabar maupun dari tingkat Pusat (DPP). Kita sepakat mengusulkan saja. Soal setuju atau tidaknya, itu kewenangan DPP, jelas Ade yang juga Wakil Ketua DPRD Garut.

Ade pun meminta seluruh kader Golkar tidak terprovokasi isu-isu yang mengarah pada perpecahan di antara kader Partai Golkar Kabupaten Garut.

Sekadar diketahui, pada Pilbup Garut 2003 silam, Partai Golkar berkoalisi dengan PDIP. Masing-masing mengusung Agus Supriadi sebagai calon bupati dan Memo Hermawan sebagai calon wakil bupati. Pasangan Agus-Memo keluar sebagai pemenang dan terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Garut periode 2003-2008. Namun pemerintahan pasangan tersebut tidak berjalan mulus. Agus bahkan diberhentikan dari Bupati Garut sebelum masa jabatannya berakhir. Memo pun ditunjuk menjadi Plt bupati dan selanjutnya menjadi Bupati Garut hingga akhir masa jabatannya.

Pada Pilbup Garut 2008, Partai Golkar kembali berkoalisi dengan PDIP. Saat itu, Partai Golkar mengusung Rudi Gunawan sebagai calon bupati, sedangkan PDIP mengusung Oim Abudrrohim sebagai wakil bupati.

Berbeda dengan Pilbup sebelumnya, pada Pilbup Garut 2008, koalisi Golkar-PDIP menemui kegagalan. Pada putaran kedua, pasangan Rudi-Oim dikalahkan pasangan Aceng HM Fikri-Diky Candra Negara yang maju lewat jalur perseorangan.[den]

BERITA TERKAIT
Kembali ke atas