EKONOMI

Jumat, 31 Mei 2013 | 15:43 WIB

Mengintip Cara Kerja Pelacak BBM Subsidi

Ranto Rajagukguk
Mengintip Cara Kerja Pelacak BBM Subsidi
(Foto: inilah.com)


INILAH.COM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) melakukan simulasi pemasangan Radio Frequency Identification (RFID) sebagai wujud program Sistem Monitoring Pengendalian (SMP) Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi.

Pertamina melakukan uji coba pemasangan RFID di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 31.102.02 ,Jl. Abdul Muis No. 68, Jakarta Pusat hari ini, Jumat (31/5/2013).



Vice President Corporate Communication, Ali Mundakir menjelaskan, setiap kendaraan bermotor nantinya perlu mendaftar ke SPBU untuk didaftarkan untuk dipasangkan RFID tag ke kendaraannya. Pertama-tama yang harus dilakukan pengguna kendaraan adalah mendaftarkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) ke petugas SPBU.


Kemudian STNK tersebut difoto agar data yang terdapat pada identitas tersebut dimasukkan dalam sistem komputerisasi. Setalah identitas masuk sistem komputerisasi, terdapat alat instalasi data untuk kemudian ditransfer pada RFID tag.

"RFID tag dalam bentuk ring yang disesuaikan kendaraan dimasukkan pada tangki kendaraan. Kemudian pengguna kendaraan tinggal melakukan pengisian BBM," kata Ali di Jakarta, Jumat (31/5/2013).

Ali menjelaskan pemasangan RFID tersebut kini masih dalam fase monitoring untuk mengetahui tren konsumsi penggunaan BBM subsidi. Dia memastikan bagi kendaraan yang tidak memakai RFID maka tidak bisa melakukan pengisian BBM subsidi namun diperbolehkan untuk menggunakan BBM non subsidi.

Pertamina sendiri memastikan operasional program ini sudah dapat dimulai di awal Juli. Pada akhir Juni semua kendaraan dipastikan sudah terpasang RFID tag, dan teknologi tersebut sudah terimplementasi di 276 SPBU Jakarta. [ast]
#BBM #RFID #SMP #beritaesdm
BERITA TERKAIT
BBM Satu Harga Menjalar Hingga Pelosok Kalimantan
Inilah Tujuan Jambore Peternakan Nasional 2017
Menko Maritim Masih Kembangkan Wisata Bali
Jokowi Kunjungi Jambore Peternakan 2017 di Cibubur
PLN Data Dampak Kebakaran Jembatan Suramadu
Pengamat Ingatkan Asing Bisa Dominasi Bisnis Avtur
Investor Bangun Taman Satwa Laut di Lombok

ke atas