NASIONAL
twitter facebook
Minggu, 9 Juni 2013 | 23:05 WIB

Inggrid Kansil Perjuangkan Nasib Kaum Miskin

Oleh: Marlen Sitompul
Inggrid Kansil Perjuangkan Nasib Kaum Miskin
Ingrid Kansil - (Foto : inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta - Dalam rangka mendorong percepatan penanggulangan kemiskinan, Presiden mensinergikan beberapa program ke dalam Master Plan percepatan dan Perluasan Kemiskinan (MP3KI).

Politikus Partai Demokrat Ingrid Kansil mengatakan, MP3KI untuk mengurangi gap, kesenjangan antar daerah-daerah pusat pertumbuhan dengan daerah yang tergolong masih miskin dan terbelakang.

"MP3KI terbagi dalam 4 klaster, Klaster 1 berupa beasiswa miskin, Jamkesmas, beras miskin, PKH. Kalster 2 yaitu PNPM, Kalster 3 yaitu KUR dan Klaster 4 berupa rumah sangat murah, kendaraan angkutan umum murah, air bersih untuk rakyat, listrik murah," kata Ingrid, melalui rilisnya, Jakarta, Minggu (9/6/2013).

Progres kemajuan pemerintah tersebut juga telah disampaikan Ingrid pada saat kunjungan kerja ke daerah konsituennya desa Sagaranten kabupaten Sukabumi, Sabtu (8/6/2013).

Menurutnya, program tersebut akan berdampak positif pada pendapatan riil masyarakat dan mendorong peningkatan pada daya beli masyarakat untuk memperbaiki kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup dan konsumsi sehari-hari.

Terkait dengan rencana pemerintah yang pada pertengahan bulan juni ini akan menaikan harga BBM, Ingrid berharap rencana kenaikan ini dapat disikapi secara bijak oleh berbagai pihak, baik oleh stake holder pemerintah maupun masyarakat.

"Kenaikan BBM merupakan salah satu cara pemerintah untuk menutupi beban anggaran yang membumbung tinggi yang digunakan untuk subsidi," jelas Ingrid.

Keputusan itu, kata Ingrid, tentunya telah melewati tahapantahapan baik di tingkatan eksekutif maupun legislatif. Menurutnya, dengan adanya kenaikan harga BBM ini diharapkan terjadi pengalihan anggaran subsidi untuk kegiatan padat karya dan program-program bagi masyarakat miskin dalam usaha ekonomi produktif seperti KUBE (Kelompok Usaha Bersama), PKH (Program Keluarga Harapan), Desa Lestari, hingga program-program stimulan lainnya yang dapat menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Dan mengenai BLSM, Ingrid juga berharap bahwa dalam pelaksanaannya nanti masyarakat dapat berperan aktif dalam proses pendistribusian dan pengawasan.

"Sehingga penerima manfaat merupakan golongan yang benar-benar membutuhkan bantuan," demikian Ingrid.

Dalam kesempatan itu, Ingrid juga menyampaikan beberapa program kinerja dan perkembangan di legislatif khususnya Komisi VIII. Seperti pada pembahasan APBNP tahun 2013 yang baru saja di gelar di Komisi VIII, Ingrid mendukung serta mengapresiasi program bantuan untuk Siswa Miskin (BSM) akan di gelontorkan untuk 3 juta siswa madrasah yang tidak mampu di seluruh Indonesia.

Selain itu, dalam keterangan rapat dengan Kemensos Ingrid juga mempertanyakan jumlah alokasi kecamatan untuk Sukabumi dimana program PKH hanya menyentuh 17 kecamatan dari 54 kecamatan. Dan sinyal positif diberikan oleh kementrian yang menyatakan bahwa pada tahun 2014 nanti seluruh daerah di kota dan kabupaten akan mendapat program PKH secara merata.

"Pada bulan November ini penambhaan anggaran PKH sebanyak Rp800 ribu akan digulirkan, oleh karena itu mari kita bersama-sama mengawal proses tersebut sehingga program tersebut dapat langsung sampai kepada penerima manfaat," kata Ingrid.

BERITA TERKAIT
Kembali ke atas