NASIONAL

Minggu, 16 Juni 2013 | 10:36 WIB

Polri Diminta Beri Peluang Polwan Kenakan Jilbab

Renny Sundayani
Polri Diminta Beri Peluang Polwan Kenakan Jilbab
ist


INILAH.COM, Jakarta - Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar menilai perlu adanya revisi surat keputusan Kapolri (Perkap), agar polisi wanita (Polwan) diperbolehkan menggunakan jilbab dalam bertugas.

Menurutnya, dengan adanya revisi peraturan Kapolri (Perkap) untuk memberikan peluang bagi Polwan yang beragama islam untuk memakainya sesuai dengan keyakinanya.

"Pemakaian jilbab untuk menutupi aurat sebagai simbol bagi wanita muslim memang diwajibkan dalam AlQur'an," kata Bambang kepada INILAH.COM, Jakarta, Minggu (16/6/2013).


Mantan anggota Polri itu juga menilai, tidak ada masalah bagi Polwan menggunakan jilbab saat bertugas, asalkan pemakaian rapi dan sesuai dengan seragam seragam.

Sebelumnya Kadiv Humas Polri, Brigjen Ronny Frengky Sompie mengatakan terkait pemakaian jilbab, sudah diatur dalam Surat Keputusan (SK) Kapolri No Pol: Skep/702/IX/2005, yang mengatur tentang seragam, dan hanya Polwan yang bertugas di Aceh saja yang diwajibkan mengenakan jilbab.

Ronny mengatakan, saat awal masuk ke institusi Polri, seorang Polwan sudah tahu ketentuan berseragam di Korps Bhayangkara. Ia juga mengatakan dalam SK Kapolri yang mengatur tentang seragam, tidak tertulis larangan berjilbab.

Ia juga mengatakan, polisi terbuka dengan perkembangan yang ada di masyarakat saat ini. Aturan itu dapat diubah suatu waktu tergantung keputusan pimpinan "Mungkin nanti dibicarakan setelah ada perkembangan. Tergantung bagaimana pimpinan mengatur hal ini. Polisi kan bukan lahir sekarang, tapi sejak dulu," tandasnya.[bay]
#jilbab #polwan
BERITA TERKAIT
DPR Akui Ormas Islam Diundang Raja Salman
Eks Pangdam Jaya Resmi Jabat jadi Waka BIN
Kapolda Jabar: Pelaku Bom Panci Dikenal Abu Salam
PT EK Prima Tegaskan tak Punya Persoalan Pajak
Ternyata Yayat Bawa 2 Bom Panci
Marak Kecurangan, Rano-Embay Daftar Gugatan ke MK
Ahli Ungkap Motif Ahok Singgung Al Maidah 51

ke atas