EKONOMI

Senin, 24 Juni 2013 | 17:12 WIB

Tarif Travel Bandung-Jakarta Naik Rp10-15 Ribu

Dadi Haryadi
Tarif Travel Bandung-Jakarta Naik Rp10-15 Ribu
istimewa


INILAH.COM, Bandung - Kenaikan harga BBM bersubsidi juga berimbas kepada pelaku jasa transportasi seperti travel. Sebab, biaya operasional yang meningkat telah mengancam kegiatan usaha travel.

Ketua Himpunan Pengusaha Travel (Hipatra) Andrew Arristianto mengatakan bisnis travel rute Jakarta-Bandung terancam lesu. Kenaikan harga solar dari Rp4.500/liter menjadi Rp5.500/liter dinilai cukup berat.

"Kenaikan tersebut sangat berat karena bisnis kami adalah transportasi dimana bahan bakar menjadi kebutuhan utamanya," katanya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (24/6/2013).

Dia menjelaskan tarif travel bervariasi tergantung kualitas pelayanan. Sebelum kenaikan, tarif berkisar antara Rp50 ribu-75 ribu/orang. Kenaikan BBM bersubsidi membuat sejumlah pelaku jasa travel menaikan tarif berkisar 5-10% atau Rp10 ribu-15 ribu/orang.


Menurutnya, besaran kenaikan tarif tersebut disesuaikan dengan lonjakan biaya operasional. Pasalnya, kenaikan BBM bersubsidi berefek domino salah satunya menimbulkan kenaikan harga suku cadang kendaraan.

Selain kenaikan harga suku cadang, pelaku juga dihadapkan dengan permasalahan kemacetan yang membuat boros konsumsi bahan bakar. Hal itu diperparah dengan konsisi infrastruktur jalan yang kurang mulus. "Pelaku terpaksa menaikan tarif karena untuk menutupi biaya operasional," jelasnya.

Meski demikian, katanya, kenaikan tarif tersebut berisiko besar. Sebab, kondisi itu akan berpengaruh terhadap minat masyarakat.

Travel bukan satu-satunya moda transportasi Jakarta-Bandung. Karena itu, masyarakat berpotensi beralih pada moda transportasi lainnya seperti kereta api ataupun pesawat terbang.

Andrew memperkirakan bisnis travel rute Bandung-Jakarta (PP) semakin lesu menjelang momen Ramadan dan Idul Fitri. Pada moment tersebut, jumlah penumpang cenderung turun. "Biasanya jumlah penumpang kembali normal usai Idul Fitri," bebernya.[jul]
#tarif travel #bandung #jakarta
BERITA TERKAIT
Tiga Catatan Agus dari Perlambatan Ekonomi 2016
Ini Cara Sederhana JK Mengukur Ekonomi Negara
Keterbukaan Informasi Debitur, OJK Luncurkan SLIK
Pertamina Dijadikan BUK, DPR tak Diajak Bicara
(Jelang Mayday 2017) Presiden KSBSI Sambut Positif Rusunami untuk Buruh
PNM Pilih 13 kartini Masa Kini
Kesenjangan Ekonomi Digerus Proyek Infrastruktur

ke atas