LINTAS JABAR

Jumat, 09 Agustus 2013 | 12:35 WIB

Kaji Ulang Pesta Kembang Api di PH Sukabumi

Budiyanto
Kaji Ulang Pesta Kembang Api di PH Sukabumi
Pesta Kembang Api inilah.com/Budiyanto

INILAH.COM, Sukabumi - Pesta kembang api disertai suara ledakan di kawasan wisata alam Pondok Halimun (PH) kembali terjadi pada malam takbiran menjelang Hari Raya Idul Fitri 1434 H, Rabu (7/8/2013) malam.

Padahal kawasan wisata alam PH yang terletak di Desa Sudajaya Girang dan Desa Perbawati Kecamatan/Kabupaten Sukabumi itu berbatasan langsung dengan kawasan konservasi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Resort Selabintana.

Keterangan yang dihimpun INILAH.COM malam Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah segerombolan masa diduga menggelar pesta kembang api dan mercon di kawasan wisata alam Pondok Halimun (PH) Desa Sudajaya Girang Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Rabu (7/8/2013) malam.

Rombongan yang diperkirakan berjumlah 20 orang dengan menumpang mobil dan sepeda motor itu menyulut kembang api silih berganti dan berulang kali. Namun akhirnya mereka menghentikan kegiatan yang membuat bising di kawasan wisata alami itu setelah mendapatkan teguran.

"Kami sangat prihatin atas terulangnya kembali pesta kembang api yang disertai suara ledakan keras. Karena suara ledakan yang memekakan telinga itu dapat mengganggu, terutama bagi para wisatawan yang lain," kata aktivis Volunteer Panthera Ligar Sonagar kepada INILAH.COM, Jumat (9/7/2013).

Menurut Ligar saat pesta kembang api itu berlangsung banyak wisatawan yang mengeluhkan karena suara bising dari ledakan kembang api di udara mengganggu ketenangan. Padahal para wisatawan yang berkunjung ke PH utamanya ingin menikmati suasana sepi dan alami di kaki gunung Gede Pangrango lereng selatan.

"Di kawasan TNGGP saat itu ada wisatawan yang sedang berkemah dan membawa keluarga termasuk anak-anak kecil. Mereka kaget dan merasa aneh, masa di pinggiran kawasan konservasi ada pesta kembang api disertai suara ledakan,'' ujarnya.

Salah seorang pengunjung Resit Sozer menuturkan suara ledakan dari kembang api di udara keras sekali sehingga memekakan telinga. Kegiatan menyulut kembang api disertai suara ledakan itu
terus berulangkali dan nampaknya kembang api yang disulut bukan yang biasa-biasa.

"Bahkan anak-anak saya bertanya-tanya, apakah suara ledakan dan kilatan cahaya dari kembang api itu tidak mengganggu satwa yang berada di dalam hutan," kata Resit yang juga aktivis penyelamatan satwa yang sedang berekreasi membawa serta anak-anaknya.

Sebelumnya, pesta kembang api disertai suara ledakan mercon berlangsung pada malam pergantian tahun 2012 ke 2013 lalu. Sejumlah aktivis lingkungan mengecam kegiatan tersebut karena dapat mengganggu ketenangan para wisatawan dan juga satwa yang berada di kawasan konservasi.

Terlebih lagi PH lokasinya berbatasan langsung dengan TNGGP Resort Selabintana. Juga kawasan PH ini merupakan bagian dari Cagar Biosfer Cibodas (CBC) wilayah Sukabumi. "Jadi seharusnya pengelolaan wisata di PH harus ramah lingkungan," kata Direktur Eksekutif Suara Untuk Lingkungan (Suling) Hondo Suwito. [gin]

#pesta kembang api #pondok halimun
BERITA TERKAIT
Juara Ketiga, Kamil Sebut Ekraf Jabar Paling Oke
Angkot Jurusan Pondok Labu terbakar di Fatmawati
Struktur Bata Kuno Ditemukan di Jombang
Solskjaer Inginkan Pemain Seperti Bryan Robson
PemprovSulut Butuh Bantuan Pusat Kembangkan Wisata
Bisakah Makanan Tingkatan Kehidupan Seks?
Subsidi Cuman Rp1.000, Solar Bisa Naik Tahun Depan

kembali ke atas