SERBA-SERBI

Minggu, 10 November 2013 | 08:07 WIB

Salam Sejajar, Tonggak Sejarah Riverboarding Dunia

Doni Ramdhani
Salam Sejajar, Tonggak Sejarah Riverboarding Dunia


INILAH.COM, Bandung - Untuk kali pertama, Riverboarding World Championship (RWF) digelar, 6-10 November 2013. Bertempat di Sungai Citarum, Indonesia dipercaya menancapkan tonggak sejarah olahraga selancar sungai.

Tak hanya itu kebanggaannya. Pasalnya, komunitas pecinta riverboarding seantero dunia itu memiliki salam khas. Uniknya, itu diambil dari kata dalam bahasa Indonesia, yakni Salam Sejajar!



Seperti yang terlihat di lokasi RWF ke-1 di kawasan DAS Citarum, Kampung Bantar Caringin, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Atlet dari berbagai negara itu memiliki satu bahasa universal untuk menyapa. Dibarengi dengan tekukan satu tangan kanan ke depan dada, mereka menyapa, "Salam Sejajar!". Salam itu memang sudah mendunia.

"Dari maknanya, salam sejajar ini ibaratnya semua pecinta riverboarding itu intinya sejajar dengan air. Saat berselancar di sungai posisi kita rata dengan air. Ini juga semacam sebutan untuk boarderhood kita," kata Ketua Pelaksana RWF Rahim Asyik Budi Santoso kepada INILAH saat ditemui di sela-sela kejuaraan, Kamis (7/11).

Selain itu, salam tersebut bermakna dalam olahraga ekstrem beradrenalin tinggi ini tidak mengenal gap antara junior dan senior. Di Indonesia, kata dia, salam tersebut sama maknanya dengan Salam Rimba dan Salam Lestari yang dikenal bagi pecinta alam dan pendaki gunung.

RWF merupakan gelaran gabungan dua entitas yang mengorganisir kejuaraan dunia yakni Face Level Industries dan Indonesian Riverboarding Association. Selain memiliki iklim yang hangat, Indonesia terpilih menjadi tuan lomba sekaliber dunia itu juga ditunjang dengan keramahtamahan penduduknya dan mempunyai daya tarik wisata yang eksotis.


Untuk kali ini, kompetisi itu diikuti 42 atlet dari 10 negara berbeda. Termasuk Prancis, Amerika Serikat, Kanada, Afrika Selatan, Selandia Baru, Australia, Jepang, Singapura, Malaysia, Kosta Rika, Guatemala, dan Indonesia sebagai tuan rumah.

"Citarum ini terpilih dan layak untuk lokasi kejuaran dunia. Meski menyandang predikat sebagai sungai terkotor di dunia pada 2010, Citarum ini memiliki keunggulan yang tidak dimiliki sungai lain. Selain arus dan jeram yang memadai, Citarum ini juga debit airnya bisa diatur sesuai kebutuhan perlombaan," sebut Om Boim -sapaan akrab Rahim- yang memopulerkan olahraga riverboarding dan merupakan produsen pertama papan selancar sungai di Indonesia.

Kompetisi ini akan mencakup kategori pria dan wanita, digabung dengan kategori junior untuk atlet muda Indonesia. Yang menarik empat perwakilan dari atlet junior berasal dari desa di sepanjang Sungai Citarum. Dua dari mereka sebelumnya tinggal dari jalanan Kota Bandung. Pada RWF kali ini mempertandingkan empat nomor lomba. Yakni, kategori slalom, boardercross, freestyle surfing, dan endurocross.

Sungai Citarum juga menjadi penting sebagai lokasi acara, menyesuaikan dengan tema Save The Future of Citarum di mana tujuan akhirnya untuk menarik perhatian masyarakat untuk memperhatikan polusi di bagian lain Sungai Citarum.

Sungai Citarum telah lama dianggap sebagai salah satu sungai paling tercemar di dunia. Persepsi ini sangat disayangkan karena tidak mencerminkan gambaran yang lebih akurat bahwa sungai besar sepanjang 297 km ini masih mempunyai sumber air kehidupan untuk banyak, dan beberapa bagian belum tercemar justru sehingga mempunyai potensi digunakan kegiatan rekreasi air.

Atlet asal Prancis, Raphael Besson mengaku tidak terlalu masalah dengan kondisi sungai yang sudah tercemar parah. Dia justru mengaku bahagia bisa mengambil peran di RWF kali ini. "I am happy to be here. Even, many Europen people scary to swim in Citarum cause the river most polute. I said, it's no problem to swim here," ucap bule jangkung itu. [rni]
#tonggak #sejarah #riverboarding #dunia
BERITA TERKAIT
Fendy Chow Tak Mau Ditinggal Stella Cornelia
6,5 Hektare Hutan di Nagan Raya Terbakar
Rio SB Juarai Seri Ketiga HJSC 12 dan ITCC 1.500cc
KPK Cegah Keponakan Novanto
Giroud Siap Bersaing dengan Lacazette
TNI/Polri Rutinkan Patroli Karhutla di Sumsel
Pengacara Sukses, Maruli Tampubolon Pilih Bermusik

ke atas