NEWS

Minggu, 29 Juni 2014 | 03:00 WIB

Interview Khusus: Iga Massardi dari Barasuara

Bobi Brilyan - Ani Sagita
Interview Khusus: Iga Massardi dari Barasuara
Istimewa

Yangmudacom, Jakarta - Setelah latihan intensif dalam kurun waktu dua tahun, Barasuara telah menelurkan enam lagu yang akan segera dirilis di penghujung tahun ini. Penampilan kedua mereka secara live di Rolling Stone Cafe, Kemang, Jakarta, Kamis (26/6) kemarin berhasil menarik atensi para penonton.

Barasuara terbentuk pada tahun 2012 dengan formasi Iga Massardi (gitar,vokal), TJ Kusuma (gitar,vokal), Gerald Situmorang (bass), Marco Steffiano (drum), dan Asterieska (vokal).Dengan menggandeng Backbeat Studio sebagai label mereka, lima lagu mereka sudah direkam.

Usai penampilan Barasuara, Tim Yangmuda berhasil mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang dengan sang frontman, Iga Massardi. Sebelumnya Iga dikenal lewat perfomanya bersama The Trees & The Wild dan Tika & The Dissident. Namun, kali ini perannya di Barasuara menjadi sebuah proyek yang sangat idealis dari dirinya.

Berikut hasil wawancara yang tercipta di lantai 2 Rolling Stone Caf:

Barasuara sendiri artinya apa?

Barasuara sebenarnya gak ada arti khusus.Tadinya namanya Bara, tapi gue dikasih tahu sama Hafiz ternyata udah ada nama band Bara, ah! yaudah lah gue pikir mau gimana lagi, gue gamau ganti nama dan akhirnya gue tambahin aja suara jadi Barasuara. Selain itu, gue juga suka sama padanan konsonan ketikan nama Barasuara dijadiin tulisan secara visual.

Sejauh ini sudah berapa lagu?

Sudah 6 lagu, rencananya akhir tahun launching. Rencananya yah hahaha Sampai sekarang sudah ada 5 lagu yang direkam, tinggal satu lagi nanti pertengahan bulan puasa, judulnya Api dan Lentera.

Di Barasuara lo memberanikan diri merangkap gitar dan vokal, sebelumnya kan lo lebih dikenal sebagai seorang gitaris. Itu bagaimana prosesnya?

Sebenarnya karena gue tidak menemukan vokalis yang bisa menyanyikan lagu yang gue buat hahaha Ngerasa gak nemu, gak ada yang pas, yaudahlah gue aja nyanyi. Gue juga diajarin sama backing vokal gue. Gak jelek-jelek banget kan? Hahaha

Barasuara ini termasuk proyek idealis lo atau bagaimana?

Barasuara itu proyek idealis gue sekali, gue gak mauk ompromi dalam hal-hal yang engga gue suka. Selama ini gue nge-band sana-sini, banyak ide gue yang terbentur sama ide lain. Nah, di Barasuara gue bisa dibilang menantang diri gue sendiri, gue mau bikin karya yang gak ada batasan buat gue, sejauh apa sih gue kalo gak dikasih batasan.

Jenis musiknya sendiri mengarah kemana?

Genre gak pernah gue sebut, dan gak pernah gue jadiin identitas Barasuara. Biarkan hal itu jadi milik pendengar, terserah mau bilang blues, pop, atau apa. Untuk lagu gue yang bikin, lirik gue yang bikin, kami menggarapnya bersama-sama. Gue datang ke Barasuara juga sudah siap 50% materi.

Rencana Barasuara untuk ke depannya?

Yang pasti mau selesain album dulu, hahaha Rencana 10 lagu buat album nanti. Kalo lebih muluk-muluk, gue mau album ini gak didengar cuma sama orang Indonesia aja. Lirik Barasuara 100% bahasa Indonesia dan gue mau memperkenalkan musik Barasuara dengan Bahasa Indonesia. Kita berpuluh-puluh tahun dicekokin lagu-lagu luar, kita fine-fine aja mencerna itu semua. Mungkin gak sih sekarang gak harus berbahasa Inggris dengan memperkenalkan musik Indonesia.

Strategi tersendiri untuk memperkenalkan Barasuara ke dunia?

Gue berusaha untuk memperkuat jati diri band ini sendiri sebagai band dari Indonesia, ketika kita datang ke benua lain, mereka bisa menerima musik kita. Banyak kok band-band pake bahasa sendiri bisa main di glastonbury. Mungkin kita harus mencoba untuk jadi orang indonesia se asli-aslinya. Kita engga perlu malu untuk bernyanyi dalam Bahasa Indonesia cuma karena takut bikin bingung orang luar.

Sudah dua kali tampil, lo pakai batik terus di panggung. Ini juga termasuk pembentukan identitas?

Iya, baju batik berupa statement yang gue pegang.Banyak orang yang bilang baju batik buat kondangankan, padahal heritage kita senditi, kenapa harus enggak. Rencana gue akan terus pakai batik dalam setiap penampilan. Kalo anak-anak terserah, tapi sekali pakai itu, gak boleh ganti-ganti lagi.

Disamping Barasuara, kegiatan lo sebagai musisi apa lagi?

Masih di Tika & The Dissidents dan memproduseri Chikita Fauzi, anaknya Ikang Fauzi. Kadang juga jadi session playernya raisa, si ibu cantik hahaha

Tiga alasan yang membedakan Barasuara dengan proyek band lo yang lain?

Ada, (Iga mikir cukup lama dan menghitung dengan jarinya) yang pertama kejujuran, yang kedua kebebasan, dan yang ketiga kenikmatan. Ini yang menggambarkan Barasuara. (bob)

#iga massardi #barasuara
BERITA TERKAIT
Tolak Tambang, Warga Jember Ancam Blokir Jalan
(Hut KPR Ke-42) Bank Pelat Merah Ini Dorong Peran Aktif Milenial
Jokowi: Bela Negara Tak Cukup Kumpulkan Massa
Konflik Agraria, Jokowi Diharap Lebih Pro Rakyat
Awal Pekan, Bursa Saham Eropa Memerah
MPR: Usut Tercecernya e-KTP
Haryanto Keluarkan Celurit Karena Ditolak Mantan

ke atas