DUNIA

Sabtu, 20 September 2014 | 19:24 WIB

Inilah Struktur Pemerintahan Kekhalifahan ISIS

Teguh Setiawan
Inilah Struktur Pemerintahan Kekhalifahan ISIS
ynetnews


INILAHCOM. Baghdad -- Sebuah dokumen yang disita dari rumah seorang pemimpin Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengungkap struktur pemerintahan dan hirarki kepempinan organisasi militan Sunni itu.

Sebagai khalifah, Abu Bakr al-Baghdadi memiliki dua deputi, yaitu deputi Irak dan Suriah. Di bawah ketiganya terdapat kabinet berisi tujuh menteri, dan dewan perang. Masing-masing deputi membawawi 12 gubernur.



Kabinet dan dewan perang, dalam bagan organisasi di dokumen itu, bertanggung jawab langsung ke khalifah.

Konsorsium Analisis dan Riset Terorisme (TRAC) dokumen diperoleh dari rumah Abu Abdul Rahman al-Bilawi, kepala staf militer ISIS di Irak. Al Bilawi tewas dalam serangan militer.

Dokumen ini memperlihatkan bagaimana ISIS telah berubah dari kelompok jihad ke organisasi yang memberikan layanan birokrasi negara, seperti menyalurkan gas, makanan, dan membentuk undang-undang bagi empat juta warga di daerah yang dikuasai.

Terakhir, ISIS membentuk satuan kepolisian di Niniveh.

Menurut The Telegraph, Al-Baghdadi memutuskan untuk membuat kompartemen dan membuat hirarki kaku, dengan dua deputi yang mengatur semua aspek dalam wilayah luas.

Hisham al-Hashimi, analis keamanan yang memiliki akses ke dokumen itu, mengatakan Al-Baghdadi memposisikan diri sebagai 'gembala'. Dua deputinya adalah anjing penggiring.

"Kekuatan gembala berasal dari anjing," ujarnya seperti dikutip The Telegraph.

Cabang eksekutif pemerintahan Al-Baghdadi disebut Al Imara. Terdiri dari khalifah, penasehat kabinet, dan dua deputi senior.


Dua deputi dijabat Abu Ali al-Anbari dan Abu Muslim al-Turkmani, keduanya mengawasi Suriah dan Turki. Saat Saddam Hussein berkuasa, keduanya adalah perwira militer.

"Kedua orang inilah yang membuat Al-Baghdadi menjadi sangat berkuasa," ujar Hashimi. "Keduanya mengirim perintah ke gubernur, dan menginstruksikan dewan lokal melaksanakan keputusan eksekutif."

Dokumen juga memperlihatkan setiap dari tujuh anggota kabinet memiliki peran. Abu Salah, mengelola keuangan wilayah Irak. Abu Abdul Kadir menangani isu manajemen. Abu Louay berperan sebagai penasehat keamanan.

Abu Mohammed mengawasi komunikasi internal. Abu Hajar bertugas menyeleksi militan asing. Al-Bilal, anggota ketujuh, adalah penasehat militer di Irak. Tidak ada yang tahu siapa penggantinya.

Ada 24 gubernur. Masing-masing gubernur memiliki anggota dewan, yang mengelola setiap kekayaan daerah masing-masing.

Hashimi mengakan saat ini terdapat 25 ribu orang bekerja dengan ISIS. Masing-masing menerima gaji antara 300 sampai 2.000 dolar AS per bulan.

Dari jumlah itu, sekitar 1000 orang adalah komandan lapangan tingkat menengah dan atas.

Pengawas keagamaan kekhalifahan ISIS adalah Dewan Syura. Lembaga ini melapor langsung ke Al Baghdadi, dan memastikan dewan lokal dan gubernur mengikuti hukum Islam.

Jasmine Opperman, direktur TRAC Afrika Selatan, mengatakan Dewan Syura juga mengontrol khalifah. Namun itu mungkin tidak pernah terjadi karena khalifah mengangkat Dewan Syura.

Dokumen ini memperlihatkan bagaimana dua cabang dalam pemerintahan ISIS; militer dan birokrasi bekerja bersama-sama. Kabinet perang mengerahkan brigade, gubernur mengontrol pemerintahan sipil. [tst]
#isis #al-bagdadi #dokumen
BERITA TERKAIT
Pasukan Suriah Rebut Ladang Minyak ISIS
Inilah Pengakuan Perempuan WNI di Markas ISIS
Pejabat Kurdi Yakin Al-Baghdadi Masih Hidup
Keluarga Militan ISIS Kini Terancam di Mosul
Puluhan Mobil Sitaan ISIS Dipamerkan di Baghdad
Bom Mobil Meledak di Idlib, 12 Orang Tewas
Polisi Turki Tewaskan 5 Petempur ISIS

ke atas