LINTAS JABAR

Minggu, 01 Maret 2015 | 16:38 WIB

Pembangunan Jalur Puncak II Sudah Mendesak

Adhi Mawardi
Pembangunan Jalur Puncak II Sudah Mendesak
dokumentasi
INILAHCOM, Bogor - Pembangunan jalan Puncak II sebagai jalur alternatif menuju ke kawasan pariwisata Kabupaten Bogor mendesak untuk segera diselesaikan.

Jalur penghubung antara Kabupaten Bogor via Babakanmadang, Sukamakmur, Tanjungsari hingga ke Kota Bunga, Cipanas Cianjur itu menjadi penting mengingat kepadatan arus di Puncak makin kompleks.

"Pemkab Bogor harus memprioritaskan jalur Puncak II agar secepatnya bisa terealisasi. Kalau terlalu lama menggantung, jelas tidak menguntungkan. Selain berdampak terhadap industri pariwisata, juga secara sosial sangat merugikan warga di kawasan puncak," ujar Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi kepada INILAHCOM, Minggu (1/3/2015).

Menurut Haikal, dalam sidang paripurna untuk mendengarkan hasil reses para anggota dewan, Jumat (27/2/2015) lalu, dirinya memasukan usulan rekayasa lalu lintas jalur Puncak agar bisa menjadi acuan pengusulan ke eksekutif.

"Dari semua wilayah yang kami kunjungi dari reses kemarin, pembenahan jalur Puncak menduduki urutan pertama. Warga meminta pemerintah supaya mencari solusi konkret dalam mengatasi kemacetan di jalur Puncak," kata Wawan.

Masyarakat merasakan, kian hari jalur menuju ke Puncak mulai dari Ciawi hingga ke perkebunan Teh Gunung Mas mulai tak terkendali. Pada hari-hari tertentu seperti Sabtu-Minggu, dipastikan mengalamai kemacetan yang cukup parah. Sementara pemberlakukan buka tutup jalur oleh Polres Bogor dinilai kurang membantu.

"Ibarat penyakit, itu obat meredakan saja, setelah itu macet kembali terulang. Nah ini sudah semestinya segera dipecahkan masalahnya. Saya sangat berharap jalur Puncak II segera selesai," lanjut Haikal.


Sebelumnya Kementerian Pekerjaan Umum resmi mengambil alih proses pembebasan lahan jalur Puncak II yang selama ini ditangani Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kepala Dinas Bina Marga Jabar M. Guntoro, ketika itu, mengatakan pengambil alihan tersebut dilakukan setelah Pemprov tidak lagi mampu menyediakan anggaran pada 2014. Pusat sendiri awal tahun ini, sudah mengucurkan anggaran sebesar Rp 25 miliar.

Guntoro mengatakan anggaran Rp 25 miliar cukup untuk melakukan pembukaan badan jalan sepanjang 12 kilometer. Proyek ini menurutnya sudah melalui fase sulit karena untuk segmen di wilayah Sentul sudah terbebaskan.

Menurutnya, posisi pembebasan lahan di jalur Puncak II bisa dikategorikan sudah makin mudah karena sejumlah alternatif di lokasi hingga menembus kawasan Cipanas, Cianjur. Adanya kawasan hutan lindung yang kemungkinan akan diterabas proyek ini pun menurutnya tidak ada persoalan.

Kawasan hutannya tidak begitu luas. Bersedia dipakai asal diganti dua kali lipat dengan luas yang sama, katanya.

Plt Bupati Bogor Nurhayanti saat menghadiri peresmian Tol Bocimi beberapa waktu lalu menyinggung bahwa pihaknya sedang berusaha keras merampungkan jalan Puncak II sepanjang 47 kilometer.

"Lahan yang dibebaskan untuk pembangunan jalan Puncak II merupakan hibah dari para pengusaha. Alhamdulillah pembebasan lahan sepanjang 5 kilometer sudah bisa kami atasi," jelasnya.

Yanti -begitu panggilan akrabnya- mengatakan, dana yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan Puncak II mencapai sebesar Rp 800 miliar. [hus]
#puncak #lalu lintas #macet
BERITA TERKAIT
FORWOT Kampanyekan Keselamatan Lalu-Lintas
Hipmi Sebut 142 Proyek EBT Mangkrak, KESDM Melawan
Aceh Kehabisan Serum Anti-Difteri
Buat Apa Berikan Guard of Honour untuk Madrid?
Mujahadah Ikhlas
Kemesraan Trump-Putin
Jelang Natal, Enggar Akui Beras Medium Makin Mahal

ke atas