EKONOMI

Minggu, 26 Juli 2015 | 17:17 WIB

Pimpinan Komisi VII Bicara Kedaulatan Energi di AS

Pimpinan Komisi VII Bicara Kedaulatan Energi di AS
Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya Widya Yudha (Foto: istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya Widya Yudha bicara kedaulatan energi dalam forum Ronald Reagen Building and International Trade Center, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (23/7/2015).

Saat dihubungi, Satya menceritakan pengalaman itu. "Kebetulan saya dipercaya sebagai pembicara dalam Annual Energy Security Workshop yang diprakarsai The National Bureau of Asian Research (NBR) bekerja sama dengan US-ASEAN Business Council," kata Satya di Jakarta (26/7/2015).

Workshop tahunan ini, lanjut Satya, dihadiri sekitar 50 perusahaan Amerika yang telah dan akan berinvestasi di Indonesia. Sedangkan tema yang diangkat Satya bertajuk "Indonesia: A Regional Energy Leader in Transition".

Sebelumnya, Satya sempat memaparkan kondisi energi Indonesia dalam Konferensi Natural Resources Governance Institute (NRGI) 2015 yang berlangsung di Oxford University, Oxford, Inggris, pada 26 Juni 2015.


Menurut Satya, beberapa isu strategis yang dibahas dalam "workshop" di Washington adalah Indonesia's Energy Outlook: Kebijakan Kritis dan Tantangan Pasar, serta penangangannya di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

"Saya paparkan kedaulatan energi nasional di Indonesia merupakan hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan pengelolaan energinya dalam mencapai ketahanan dan kemandirian energi," katanya.

Satya juga menjelaskan, salah satu upaya mewujudkan kedaulatan energi adalah mengembalikan pasal 33 UUD 1945 yang juga menjadi landasan revisi UU Minerba dan UU Migas.

Dalam forum itu, Satya juga mengapresiasi kerja pemerintah dalam mengurangi rumitnya perijinan dengan implementasi perizinan satu pintu. [tar]
BERITA TERKAIT
Mendag Akui Bawang Putih Mahal karena Stok Kurang
Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Ilegal
Pengelolaan Wisata Alam Terus Jadi Perhatian KLHK
Lebaran 2017, Penumpang Via Bandara Soetta Naik 5%
DK OJK Baru harus Perbaiki Mekanisme Pungutan
Inilah Harapan Perbanas Bagi DK OJK Baru
Inilah Jurus Ampuh Cegah Krisis Keuangan dari BI

ke atas