GAYA HIDUP

Rabu, 18 November 2015 | 09:25 WIB

Indonesia Bergizi Tingkatkan Gizi Anak dan Remaja

Mia Umi Kartikawati
Indonesia Bergizi Tingkatkan Gizi Anak dan Remaja

INILAHCOM, Jakarta Indonesia Bergizi menggelar Konferensi Indonesia Bergizi ; Perbaikan Gizi Anak Remaja Melalui Sinergi Kemitraan.

Konferensi ini menekankan pentingnya berbagai pemangku kepentingan yaitu Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat, Swasta, dan Akademisi bersinergi bersama merumuskan dan melaksanakan berbagai rangkaian program dan kebijakan secara komprehensif, berkesinambungan dan terukur.

"Apa yang kami lakukan adalah menjalin komunikasi, jejaring dan kerjasama konkret antara Pemerintah, Publik dan Perusahaan untuk berbagi data, informasi, dan temuan ilmiah terbaru, serta saling membuka akses untuk bersama-sama menyusun program peningkatan Gizi yang saling komplementer agar permasalahan gizi di Indonesia bisa mulai dihadapi secara menyeluruh. Ini sangat penting mengingat berbagai data terkini menunjukkan angka gizi buruk di Indonesia masih tinggi," ujar Andi Prasetyo, Ketua Konsorsium Indonesia Bergizi, di Tebet, Jakarta, kemarin.

Pernyataan Andi Prasetyo didukung oleh Ir. Ahmad Syafiq Msc. PhD., Akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Permasalahan Gizi di Indonesia memang mulai mendapat momen dan perhatian. Ini terlihat dari mulai banyaknya kegiatan semisal riset, penelitian, kebijakan, gerakan swadaya masyarakat, bahkan banyak gerakan solidaritas melalui media sosial dan sebagainya. Namun banyak ditemui bahwa berbagai inisiatif tersebut banyak yang berjalan sendiri-sendiri.

Oleh karena itu, apa yang dilakukan Japfa Foundation bersama Indonesia Bergizi ini sangat unik, yaitu mengajak para pihak untuk duduk bersama, menjalin jejaring, berbagi informasi, saling membuka akses, dan diskusi best-practice untuk memformulasikan tindakan nyata. Hasilnya kemudian dipublikasikan untuk umum dan ide-ide program yang muncul kami buka seluas luasnya untuk diimplementasikan oleh siapa saja.

"Tidak berhenti disana, Indonesia Bergizi terus mengajak para pihak untuk duduk bersama-sama secara berkala mendiskusikan program dan temuannya; hal ini berarti tercipta suatu siklus saling belajar menjadi Learning Organization yang memiliki dampak lebih awet dan terukur," tambahnya.

Konferensi dibuka dengan paparan umum mengenai Gizi Anak dan Remaja, kemudian ditajamkan menjadi tiga Working Group, Kelompok Sains/Akademis, Kelompok Sosial Ekonomi dan Kelompok Kreatif. Tiap group bertujuan memicu sekaligus memfasilitasi pihak-pihak yang peduli untuk berdiskusi mengenai masalah gizi anak dan remaja sesuai dengan sudut pandang, keahlian dan perspektif masing-masing peserta.

Diharapkan dari tiap Working Group munculnya ide-ide segar yang akan diaktualisasikan dalam pembentukan prototype program yang bisa diakses serta diimplementasikan oleh khalayak umum untuk menyelesaikan masalah gizi anak dan remaja bangsa.

Amanda Katili Niode PhD, Ketua Omar Niode Foundation menekankan, pentingnya mengangkat kearifan tradisional dan pangan lokal dalam meningkatkan gizi anak dan remaja. Hal ini karena Indonesia memiliki ribuan jenis kuliner yang terbuat dari bahan alami. Masyarakat pun lebih menyukai makanan, minuman serta kudapan tradisional yang beragam, berbumbu dan bergizi.

Sejak usia dini, lanjut Amanda, anak perlu diberikan pemahaman dari mana makanan mereka berasal. Program seperti kitchen garden di sekolah tempat anak-anak mulai belajar menanam dan memelihara dan kemudian mencoba resep-resep makanan tradisional sederhana yang sehat dan bergizi merupakan nilai-nilai pendidikan yang akan bermanfaat sampai mereka remaja dan dewasa. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang menanam sayur-mayur pasti akan menghargai dan menyantap hasilnya serta di kemudian hari menerapkan pola makan yang lebih sehat. [*]

#gizi anak #remaja
BERITA TERKAIT
Nila Moeloek Ungkap Kesan jadi Menteri Kesehatan
Ini Lima Jenis Rapid Test Produksi Dalam Negeri
(Waroeng Kaligarong) Manjakan Lidah, Makan Sepuasnya Bayar Seleranya
Menkes Dukung Kemajuan Produksi Alat Kesehatan
Adiksi Teknologi Sebabkan Masalah Psikologis
Akupresur untuk Tubuh Lebih Sehat
Ini Cara Atasi Migrain dengan Pijatan

kembali ke atas