GAYA HIDUP

Rabu, 13 Januari 2016 | 04:10 WIB

Waspadai Tumor Retina pada Bola Mata

Reza Aditya Digambiro *
Waspadai Tumor Retina pada Bola Mata
RETINOBLASTOMA adalah tumor ganas pada retina bola mata. Jenis tumor ini umum dijumpai pada anak-anak dengan kejadian 1 penderita tiap 20.000 populasi.

Retinoblastomaini sangat membahayakan kehidupan bila tidak diobati secara tepat. Penyakit ini dapat berakibat fatal karena dalam satu sampai dua tahun setelah didiagnosis akan menyebar (bermetastase) ke otak atau organ lain.

Retinoblastoma disebabkan oleh mutasi genRB1, yang terletak pada lengan panjang kromosom 13 pada locus 14 (delesi 13q14)dan kode proteinpRB, yang berfungsi sebagai supresor pembentukan tumor.

Gejala-gejala yang paling sering dijumpai berupa warna putih/pupil putih atau mata kucing (leukokoria), dan mata yang juling (strabismus). Retinoblastoma dapat menyebabkan perubahan sekunder pada mata, termasuk glaucoma, lepasnya retina (ablasio retina) dan peradangan/inflamasi sekunder akibat tumor.

Meskipun jarang, dapat timbulpseudouveitis, dengan mata merah dan nyeri.Apabila tumor mata ini terdeteksi dalam stadium dini maka harapan hidup penderitanya akan lebih baik.


Pemeriksaan yang dilakukan antara lain : (1) oftalmoskop dimanakedua mata diperiksa dengan oftalmoskopi indirekoleh Dokter Spesialis Mata. (2) ultrasonografi (USG), dapat memperlihatkan adanyapengapuran/kalsifikasi pada mata serta juga dapatmenentukan besar dan dimensi tumor untuk rencana pengobatan dan monitoring;(3) radiografi X-ray dapat memperlihatkan kalsifikasi pada mata dengan retinoblastoma, tetapi telah dapat digantikan oleh USG dan Computerized TomographyScaning (CT-Scan); (4) Computerized TomographyScaning (CT-scan) memperlihatkan kalsifikasi pada 90% kasus retinoblastoma dan dapat mendeteksi perluasan pada organ lain diluar mata (ekstraokular);(5) Magnetic Resonance Imaging (MRI) hampir seefektif USG dan CT-Scan dalam mendeteksi invasi saraf optik;(6) Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) pada retinoblastoma masih kontroversial karena dipercaya memberikan resiko penyebaran tumor.(7) Studi Genetik dapat mendeteksi mutasi gen RB yang menyebabkan retinoblastoma.

Pengobatan dapat berupa fotokoagulasi, krioterapi, radioterapi, dan kemoterapi serta enukleasi. Tujuan pengobatan untuk mempertahankankehidupan, dan jika mungkin menyelamatkan mata.

Angka kesembuhan keseluruhan kasus dapat lebih dari 90 %, meskipun ketahanan hidup sampai dekade ketiga dan keempat mungkin agak menurun akibat insidensi keganasan sekunder yang tinggi. Namun pada kasus dimana tumor sudah meluas ke organ lain sulit untuk mencapai kesembuhan.

* dr Reza Aditya Digambiro, M.kes, M.Ked(PA), Sp.PA, pemerhati kesehatan, Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti dan Kepala Pap Smear Center RS Ibnusina Grogol, Jakarta Barat.

#dr reza #pojok sehat #fk trisakti #kanker #retinoblas
BERITA TERKAIT
Jaga Berat Badan Ideal untuk Kesehatan Sendi
Cara Agar Tetap Terhidrasi Ketika Olahraga
Tenaga Kesehatan Perawat Makin Banyak Dibutuhkan
Cara Orangtua Dukung Anak Kerjakan Pekerjaan Rumah
Beragam Cara Agar Ibu Makin Dekat dengan Anak
(Picu Migrain) Jangan Pernah Lewatkan Waktu Makan
Merawat Mata dengan Cara Alami

ke atas