EKONOMI

Sabtu, 18 Juni 2016 | 17:54 WIB

Data Pasokan Ikan Nasional Tak Akurat?

M Fadil Djailani
Data Pasokan Ikan Nasional Tak Akurat?
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Meski Indonesia sukses menerapkan pemberantasan perikanan ilegal sejak akhir 2014, tetapi kritikan tajam tetap dialamatkan kepada Pemerintah Indonesia yang dinilai gagal mengendalikan pasokan ikan secara nasional.

Akibatnya, untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia, kebutuhan ikan terpaksa dikirim dari negara lain alias diimpor dengan jumlah yang besar.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi mengatakan penyebab utama Indonesia mengimpor ikan adalah tidak keakuratannya data yang dimiliki pemerintah terkait produksi ikan secara nasional.

"Ini sebetulnya masalah lagi ada di data ikan yang dimiliki oleh pemerintah, bagaimana produksinya, distribusi ikan dan penggunaanya untuk apa Ini yang salah sama, seperti data data pangan yang lain, seperti data daging," kata Yoga dalam sebuah diskusi di Kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (18/06/2016).

Anak buah Zulkifli Hasan ini menilai, selama ini para menteri yang mengatasi pangan sudah bekerja. Namun kinerjanya hanya sendiri-sendiri dan tidak koordinasi dengan baik.

Contohnya saja soal jumlah konsumsi daging sapi oleh penduduk Indonesia antara Menteri Pertanian dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang berbeda data, akibatnya harga daging sapi mahal dan pemerintah membukan kran impor daging sapi sebanyak 10 ribu ton.

"Menteri Pertanian menyebut jumlah konsumsi daging mencapai 1,75 kg/kapita/tahun. Sementara Menteri Menko Ekonomi menyebut jumlah konsumsi daging mencapai 2,61kg/kapita/tahun, ini kan berbeda jauh sekali, jika tentang data saja berbeda, lalu dimana kinerjanya. Ini kan memalukan," cetusnya. [hid]

#pasokan ikan #impor ikan
BERITA TERKAIT
DPR Menilai Mentan Amran Terbaik
BukaLapak Klaim Tak Sampai 10% PHK Karyawan
(Arif Budimanta) Surplus Agustus Bukan karena Ekspor Membaik
LinkAja Syariah Dapat Sertifikat dari MUI
(Efek Perang Dagang) 11 Perusahaan Tiongkok Direlokasi ke Jateng
September, HBA Paling Rendah Sejak Dua Tahun
Walah, Jutaan Kendaraan di Jakarta tak Bayar Pajak

kembali ke atas