MOZAIK

Jumat, 03 Maret 2017 | 18:00 WIB
(3 Maret 1924, Runtuhnya Khilafah Islamiah)

Surat Pilu Sultan Abdul Hamid II untuk Gurunya

Surat Pilu Sultan Abdul Hamid II untuk Gurunya
(Foto: Ilustrasi)
SULTAN Abdul Hamid II mengungkap kegundahan hatinya atas peristiwa pemakzulan dirinya yang dituangkan dalam surat kepada salah seorang gurunya Syeikh Mahmud Abu Shamad.

Saya meninggalkan kekhalifahan bukan karena suatu sebab tertentu, melainkan karena tipu daya dengan berbagai tekanan dan ancaman dari para tokoh organisasi yang dikenal dengan sebutan Cun Turk (Jeune Turk), sehingga dengan berat hati dan terpaksa saya meninggalkan kekhalifahan itu. Sebelumnya, organisasi ini telah mendesak saya berulang-ulang agar menyetujui dibentuknya sebuah negara nasional bagi bangsa Yahudi di Palestina. Saya tetap tidak menyetujui permohonan beruntun dan bertubi-tubi yang memalukan ini. Akhirnya mereka menjanjikan uang sebesar 150 juta pounsterling emas.

Saya tetap dengan tegas menolak tawaran itu. Saya menjawab dengan mengatakan, Seandainya kalian membayar dengan seluruh isi bumi ini, aku tidak akan menerima tawaran itu. Tiga puluh tahun lebih aku hidup mengabdi kepada kaum Muslimin dan kepada Islam itu sendiri. Aku tidak akan mencoreng lembaran sejarah Islam yang telah dirintis oleh nenek moyangku, para Sultan dan Khalifah Uthmaniah. Sekali lagi aku tidak akan menerima tawaran kalian.


Setelah mendengar dan mengetahui sikap dari jawaban saya itu, mereka dengan kekuatan gerakan rahasianya memaksa saya menanggalkan kekhalifahan, dan mengancam akan mengasingkan saya di Salonika. Maka terpaksa saya menerima keputusan itu daripada menyetujui permintaan mereka. Saya banyak bersyukur kepada Allah, karena saya menolak untuk mencoreng Daulah Uthmaniah, dan dunia Islam pada umumnya dengan noda abadi yang diakibatkan oleh berdirinya negeri Yahudi di tanah Palestina. Biarlah semua berlalu. Saya tidak bosan-bosan mengulang rasa syukur kepada Allah Taala, yang telah menyelamatkan kita dari aib besar itu.

Saya rasa cukup di sini apa yang perlu saya sampaikan dan sudilah Anda dan segenap ikhwan menerima salam hormat saya. Guruku yang mulia. mungkin sudah terlalu banyak yang saya sampaikan. Harapan saya, semoga Anda beserta jamaah yang anda bina bisa memaklumi semua itu. Dengan kerendahan hati, ia menyebut namanya dalam menutup surat yang dikirim pada 22 September 1909 itu dengan sebutan Abdul Hamid bin Abdul Majid, Pelayan Kaum Muslimin.

[baca lanjutan: 3 Maret 1924, Runtuhnya Khilafah Islamiah: Resmi Dibubarkannya Khilafah Islam oleh Ataturk]
#khilafah #sultanabdulhamidii #3maret1924 #negaraisla
BERITA TERKAIT
Nabi Isa, dan Sahabatnya yang Bangga Diri
Ketika Rasulullah Marah kepada Umar
Kemana Saja Engkau Menghadap, Itulah Wajah Allah
Rasulullah Pernah Lupa Salat Zuhur Lima Rakaat
Tips Utama Menjadi Pribadi Berhati Bahagia
Perumahan Tanpa Kegaduhan
(Syair) Maafkan Kami Rohingya

ke atas