MOZAIK

Jumat, 03 Maret 2017 | 19:00 WIB
(3 Maret 1924, Runtuhnya Khilafah Islamiah)

Resmi Dibubarkannya Khilafah Islam oleh Ataturk

Resmi Dibubarkannya Khilafah Islam oleh Ataturk
(Foto: Ilustrasi)
SETELAH penyingkiran Sultan Abdul Hamid bin Abdul Majid, penulis-penulis Barat bersekongkol menyerang Sultan Abdul Hamid dan memberi legitimasi kudeta. Salah seorang dari mereka adalah John Haslib, dalam bukunya The Red Sultan (telah diterjemahkan ke beberapa bahasa termasuk bahasa Arab dan Turki), juga buku berbahasa Turki iki mevrin perde arkasi yazan: nafiz Tansu oleh Ararat Yayinevi juga merupakan bagian dari propaganda seolah-olah Turki Muda telah menyelamatkan Kekhalifahan Utsmaniyyah dari kehancuran. Ada juga penulis Arab-Kristen terkenal, Georgy Zaydan dalam bukunya, Stories of the IslamicHistory- The Ottoman Revolution.

Semua buku-buku ini adalah penipuan dan kedok yang ditulis para musuh Islam. Buku-buku ini menggambarkan, seolah-olah Sultan Abdul Hamid sebagai seorang yang tenggelam dalam kemewahan dunia dan identik dengan wanita dan minuman keras. Sultan yang sangat tegas pada Yahudi ini digambarkan sebagai sosok pemimpin pemerintah yang zalim atas musuh-musuh politik dan rakyatnya. Tentu saja, penipuan-penipuan ini tak mungkin tertegak karena sosok Sultan yang akan selalu terbukti sepanjang sejarah.

Setelah Sultan Abdul Hamid, muncullah beberapa pemimpin yang lemah. Mereka tidak mampu memerintah dan hilang daya mereka dengan mudah. Seperti yang diperkirakan oleh Sultan Abdul Hamid, Perang Dunia (PD) Pertama meletus dan bumi pemerintah Utsmaniyyah. Orang-orang Arab melawan Khalifah di Hijaz dengan bantuan Inggris dan Prancis untuk bebas di bawah ini penjajahan penolong-penolong mereka. Bumi Islam Palestina akhirnya diserahkan kepada Yahudi.


Turki Muda mengambil-alih kekuasaan dan Mustafa Kamal Ataturk membubarkan resmi Khilafah Islam pada 1924. Pertama kalinya dalam sejarah umat Islam, kepemimpinan Islam yang bersatu sejak zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para Sahabat hilang. Perang Salib berakhir dengan kemenangan bagi Barat dan Yahudi. Sultan Abdul Hamid menghembuskan nafas terakhir dalam penjara Beylerbeyi pada 10 Februari 1918. Kepergiannya diratapi seluruh penduduk Istanbul. Mereka baru sadar karena kebodohan mereka membiarkan Khilafah Utsmaniyyah dilumpuhkan setelah pencopotan jabatan khilafahnya.

Akibat kesalahan fatal itu runtuhlah institusi yang menaungi kaum Muslim dan pada 1948 berdirilah negara ilegal pembantai kaum Muslim Palestina, bernama Israel. Mulai saat ini, janganlah umat lupa sejarah penting ini. Jangan pula lupa sejarah lainnya. Perang Bosnia, Perang Chechnya, Perang Kashmir, Perang Moro, Perang Iraq juga Perang Afganistan. Umat harus mulai sadar bahwa tanpa Islam yang miliki kekuatan, Islam bukan apa-apa. Tanpa kesatuan umat dan jihad, Islam hanya akan dipermainkan dan terus dalam kehinaan.

Marilah kita semua berdoa, agar di antara kita bisa dilahirkan anak-anak yang kelak menjadi pemimpin sekelas Sultan Abdul Hamid yang rela berdiri di tengah keagungan seluruh ummah. Seperti sunah alam, mentari mungkin telah terbenam sementara, dan Insya-Allah akan segara terbit kembali. Seperti itulah sunnah kepemimpinan. Suatu saat, Allah akan menghadirkan kembali kedatangan Abdul Hamid II muda lain dari rahim kita. [hidayatullah/Nur Aminah~Rossem]
#khilafah #sultanabdulhamidii #3maret1924 #negaraisla
BERITA TERKAIT
Nabi Isa, dan Sahabatnya yang Bangga Diri
Ketika Rasulullah Marah kepada Umar
Kemana Saja Engkau Menghadap, Itulah Wajah Allah
Rasulullah Pernah Lupa Salat Zuhur Lima Rakaat
Tips Utama Menjadi Pribadi Berhati Bahagia
Perumahan Tanpa Kegaduhan
(Syair) Maafkan Kami Rohingya

ke atas