EKONOMI

Sabtu, 04 Maret 2017 | 12:44 WIB
Highlight
(IQRA Summit 2017)

Mendag: IORA Masa Depan Ekonomi Dunia

Mendag: IORA Masa Depan Ekonomi Dunia
(Foto: Istimewa)
1 2


INILAHCOM, Jakarta Pemerintah dan para pelaku usaha dari negara-negara di lingkar Samudera Hindia yang tergabung dalam Indian Ocean Rim Association (IORA) akan bertemu pada IORA Summit yang diselenggarakan untuk pertama kalinya.

IORA Summit akan berlangsung pada 5-7 Maret 2017 di Jakarta Convention Center, Jakarta. IORA memiliki peran yang sangat strategis sebagai forum pendorong stabilitas kawasan dan IORA merupakan masa depan ekonomi di dunia.


Demikian ditegaskan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada konferensi pers hari ini, Jumat (3/3/2017) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta. Turut hadir dalam konferensi pers tersebut Kepala BKPM Thomas Lembong, dan Ketua Umum KADIN Rosan P. Roeslani.
"IORA adalah kekuatan geopolitik dan geoekonomi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Kawasan ini adalah masa depan ekonomi dunia. Saat ini menjadi momentum yang tepat mengingat pertumbuhan ekonomi beberapa negara anggota IORA terbilang tinggi. Peningkatan aktivitas perdagangan dan investasi IORA juga dapat semakin mendorong pertumbuhan ekonomi yang adil dan berkelanjutan, serta menciptakan lapangan kerja baru," ungkap Mendag Enggar.

Lebih lanjut, Mendag menyampaikan perdagangan intra-regional IORA di tahun 2015 mencapai USD 777 miliar atau naik 300% dibandingkan tahun 1994 yang sebesar USD 233 miliar. Selain itu, Samudera Hindia merupakan 70% jalur perdagangan dunia, termasuk jalur distribusi minyak dan gas. Bahkan lebih dari setengah kapal kontainer dan dua per tiga kapal tanker minyak dari seluruh dunia melewati kawasan ini.
#kemendag
BERITA TERKAIT
Pemerintah Akan Cabut Importir Daging yang Lamban
Mentan-Mendag Koordinasi Pasokan dan Harga Pangan
(Manfaat Kunjungan Raja Salman) Madinah Buka Peluang Proyek Infrastruktur
Ini Langkah Kemendag Jelang Puasa & Lebaran 2017
Peluang Besar, PH Sukses Raih US$100 Ribu di Saudi
Kemendag Cabut PI Importir Hortikultura
Gegara Biodiesel, Indonesia Gugat Uni Eropa ke WTO

ke atas