EKONOMI

Rabu, 08 Maret 2017 | 09:10 WIB

Operasi Moneter Irit, Cadev Bertambah US$3 Miliar

Operasi Moneter Irit, Cadev Bertambah US$3 Miliar
(Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Hingga berakhirnya Februari 2017, cadangan devisa (cadev) bertambah US$3 miliar menjadi US$119,9 miliar. Lumayan.

Deputi Direktur Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI), Riza Tyas mengklaim bahwa tambahan cadev berasal dari terjaganya stabilitas kurs rupiah terhadap mata uang asing, sehingga operasi moneter tidak terlalu menyerap cadangan valuta asing.

"Sejak 2016 volatilitas kurs membaik signifikan sampai awal tahun ini, sampai hari ini secara tahun berjalan volatilitas kurs juga sangat terkontrol," kata Riza di Jakarta, Selasa (7/3/2017).


Secara terpisah, dalam keterangan resminya, BI juga menyebutkan penambahan devisa dipengaruhi faktor penerimaan pajak dan devisa ekspor migas bagian pemerintah, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas.

Posisi cadangan devisa per akhir Februari 2017 tersebut cukup untuk membiayai 8,9 bulan impor, atau 8,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. "Serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara yang masuk kandidat komisioner OJK.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan," kata Tirta. [tar]
#bi #cadev #utang #bi #kurs
BERITA TERKAIT
Utang 2017 Nambah Rp399,2T, Ini Kata Sri Mulyani
3 Bank Pelat Merah Beri Hedging Murah untuk PLN
Utang 2018 Menggunung untuk Belanja Produktif?
Tahun Depan, Jokowi Nambah Utang Rp339,2 Triliun
Melchi Dukung Jurus Jokowi Kurangi Kesenjangan
Ancang-ancang Ekonomi Jokowi Disanjung Bos Senayan
RAPBN 2018, Jokowi Gagas Pertumbuhan Bisa 5,4%

ke atas