DUNIA

Rabu, 08 Maret 2017 | 20:21 WIB

WNI Terlibat Serangan Raja Salman di Malaysia

Binar MP
WNI Terlibat Serangan Raja Salman di Malaysia
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Kuala Lumpur - Kepolisian Malaysia telah berhasil menggagalkan rencana serangan terhadap rombongan Raja Salman saat berkunjung ke Malaysia.

Empat warga Yaman dan tiga tersangka lain --satu dari Malaysia dan satu lagi warga negara Indonesia-- ditahan sebelum Raja Salman dan rombongannya mendarat di Kuala Lumpur.

Arab Saudi memimpin koalisi yang bertempur melawan pemberontak Houthi di Yaman dalam dua tahun terakhir, namun belum bisa dipastikan apakah empat warga Yaman yang ditangkap merupakan bagian atau memiliki kaitan dengan pemberontak Houthi.

Seorang sumber di kepolisian Malaysia kepada kantor berita Reuters mengatakan diyakini keempatnya adalah Houthi namun sumber-sumber lain mencurigai mereka adalah bagian dari kelompok yang menamakan diri ISIS.

Belum juga diketahui apakah tiga tersangka lain adalah bagian dari kelompok warga Yaman ini.

Ketujuh tersangka ditangkap antara 21 hingga 26 Februari, yang bertepatan dengan kedatangan Raja Salman di ibu kota Malaysia.

Kepala kepolisian Malaysia, Khalid Abu Bakar, kepada para wartawan mengatakan bahwa para tersangka 'berencana menyerang anggota keluarga kerajaan Saudi saat berada di Kuala Lumpur'.


"Kami menangkap mereka pada saat yang tepat," kata Abu Bakar pada hari Selasa (7/3/2017) seperti dilansir BBC.

Polisi juga menyita sejumlah paspor internasional dan uang senilai US$60.740 dalam beberapa mata uang yang diyakini diperuntukkan untuk kelompok ini.

Abu Bakar menjelaskan bahwa kelompok ini 'juga terlibat dalam perdagangan narkoba'.

Raja Salman membawa anggota delegasi sebanyak 600 orang saat melakukan kunjungan empat hari di Malaysia.

Lawatan ke Malaysia ini dilanjutkan dengan kunjungan kenegaraan di Jakarta dan liburan ke Bali hingga 12 Maret, diperpanjang tiga hari yang mestinya selesai pada 9 Maret.



#malaysia #Salman bin Abdulaziz Al Saud #arab saudi
BERITA TERKAIT
Malaysia Sita Puluhan Trenggiling Selundupan
Model Remaja Tawarkan Kegadisan Jutaan Dolar
Koruptor Saudi Bebas Jika Serahkan 70% Kekayaannya
Diplomat Muda Aussy Jatuh di Apartemen New York
Rusia Beri Cap VOA dan 8 Media 'Agen Asing'
PBB: Hentikan Operasi Militer Terhadap Rohingya
Mahkamah Agung Kamboja Bubarkan Partai Oposisi

ke atas