MOZAIK

Rabu, 15 Maret 2017 | 06:00 WIB

Dosakah Membuang Pembalut yang Masih Banyak Darah?

Dosakah Membuang Pembalut yang Masih Banyak Darah?
(Foto: ilustrasi)
PADA dasarnya tidak ada ketentuan bagi wanita yang haidh untuk membersihkan pembalut yang digunakan sebelum membuangnya. Sebab fungsi pembalut itu bukan semata-mata sekedar menampung keluarnya darah, tetapi juga untuk menjaga kebersihan seorang wanita. Jadi kalau kemudian pembalut itu menjadi kotor dengan darah, tentu tidak perlu lagi dibersihkan. Pembalut itu bisa langsung dibuang, karena memang dibuat dan dirancang untuk sekali pemakaian.

Kira-kira fungsinya seperti kertas tissue yang hanya sekali pakai. Apa pernah ada orang menggunakan kertas tissue berkali-kali, dipakai lalu dibersihkan lagi, lalu dipakai lagi? Tentu tidak pernah, bukan? Sebab kertas tissue itu memang dirancang oleh penemunya untuk pemakaian sekali saja lalu dibuang. Kalau masih penasaran, kita bisa ambil perbandingan dengan prilaku Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam saat berisitinja' dengan batu.


Di dalam ilmu fiqih, istilah yang lazim digunakan adalah istijmar. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah memerintahkan umatnya untuk membersihkan batu-batu yang telah digunakan untuk beristinja', bukan? Perintahnya hanya sekedar menggunakan batu saja, tapi tidak diikuti dengan perintah untuk membersihkan batu itu setelah dipakai. Dan logikanya bisa kita pakai dalam kasus pembalut wanita itu. Di mana salah satu fungsinya adalah untuk membersihkan kotoran atau darah wanita. Sekali pakai dan silahkan dibuang.

[baca lanjutan: Salat & Puasa Tak Tahu Haid lagi, Tetap Berpahala?]
#haid #hukumislam #ibadah #larangan #suci #pembalut
BERITA TERKAIT
Menyembunyikan Sedekah Lebih Baik Untukmu
Mampu Menikah, Tapi Tak Juga Naik Pelaminan
Bekal Akhirat Sia-Sia, Berat tapi Tak Manfaat
Bahaya! Inilah Bidah yang Paling Parah
Awas! Ini 3 Bentuk Doa yang Termasuk Bidah
Ini Tawasul yang Dilarang atau Dibenarkan?
Dianjurkan Menyiapkan Kain Kafan Sebelum Kematian?

ke atas