GAYA HIDUP

Kamis, 16 Maret 2017 | 20:00 WIB

Bersama Entaskan Penyakit TB

Mia Umi Kartikawati
Bersama Entaskan Penyakit TB
(Foto: ilustrasi)


INILAHCOM, Jakarta - Para meteri Kesehatan yang tergabung dalam kawasan Asia Tenggara WHO terdiri dari 11 negara berkomitmen untuk meningkatkan upaya mengentaskan penyakit tuberkulosis (TB).

Seperti yang dikutip dari siaran pers yang diterima INILAHCOM dari WHO, Jakarta, Kamis (16/03/2017), negara-negara anggota WHO kawasan Asia Tenggara, antara lain Bangladesh, Bhutan, Republik Demokratis Rakyat Korea, India, Indonesia, Maladewa, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Thailand dan Timor-Leste, menandatangani Call for Action for Ending TB (Seruan bagi Aksi Pengentasan TB).

Mereka berkomitmen untuk meningkatkan upaya, mengalokasikan anggaran dan melaksanakan upaya inovatif, multisektoral dan komprehensif untuk mencapai target global mengentaskan penyakit ini di tahun 2030.

Pengentasan tuberkulosis (TB) harus menjadi prioritas. Penyakit ini masih terus menjadi penyebab utama kematian dan menurunnya productivitas kelompok usia 15-49 tahun, memerlukan biaya tinggi sehingga mempengaruhi keadaan ekonomi individu dan keluarga, dan akhirnya mempengaruhi keadaan ekonomi negara. Mengakhiri TB sangatlah penting bagi kesehatan serta pembangunan di kawasan ini, ujar Dr Poonam Khetrapal Singh, Direktur Regional WHO untuk Asia Tenggara dalam Pertemuan Tingkat Menteri Pengentasan TB di Asia Tenggara, di New Delhi, India.

Pada 2015, TB menyebabkan 800 ribu kematian di kawasan ini sementara 4,74 juta kasus baru dilaporkan. Enam dari 11 negara anggota WHO di Asia Tenggara - Bangladesh, DPR Korea, India, Indonesia, Myanmar dan Thailand, termasuk 30 negara dengan beban TB tertinggi di dunia.

Sementara negara-negara kawasan ini berupaya mengendalikan TB, penurunan tahunan insiden TB, sekitar 1,5 -2 persen tidaklah cukup dan harus ditingkatkan 10 -15 persen untuk mencapai target pengentasan TB di negara dan di tingkat regional. Target global adalah menurunkan kematian TB hingga 90 persen dan insiden sebesar 80 persen di tahun 2030.

Negara-negara berkomitmen untuk melakukan upaya khusus dan menemukan intervensi efektif bagi aksi pengentasan TB, dan para menteri sepakat untuk memimpin pelaksanaan program nasional TB melalui suatu badan yang bertanggungjawab langsung kepada pemerintah.


Seruan untuk mengakhiri TB juga menekankan perlunya peningkatan alokasi anggaran pemerintah dan mitra sehingga program TB nasional memiliki pembiayaan cukup.

Para menteri juga membicarakan ditetapkannya dana Inovasi Regional untuk Implementasi (I2I) guna mempercepat upaya berbagi pengetahuan, sumber daya intelektual, dan inovasi untuk mencapai semua individu yang terkena TB dan menyediakan pengobatan bagi mereka semua.

Dr Khetrapal Singh mengatakan bahwa negara juga perlu menerapkan uapaya-upaya yang dinilai berhasil menerapkan program perawatan dan pencegahan TB secara menyeluruh sambil meningkatkan mutu dengan mengutamakan individu (people-centered). Untuk ini negara perlu melakukan upaya pengendalian kemiskinan, malnutrisi, peningkatan mutu pelayanan kesehatan, kesejahteraan dan faktor sosio-ekonomi lain terkait TB.

Kesempatan untuk mempercepat kemajuan haruslah diraih dengan memanfaatkan kemajuan diagnostik dan pengobatan.

Bersama kita bisa dan harus mengakhiri TB, lanjut Direktur Regional.

Dia juga mengumumkan bawa upaya pengentasan TB bending the curve to end TB merupakan program prioritas (flagship) di Asia Tenggara untuk mendukung negara-negara segera melakukan aksi terhadap keadaan darurat bagi pengentasan TB.

Investasi bagi pengentasan TB diharapkan memberi keuntungan kembali, dengan diselamatkannya 11 juta nyawa dan hampir sekitar 60 juta infeksi di kawasan ini hingga 2035. Ini juga akan mendukung perkembangan sosial dan ekonomi dan mencegah 300 hari yang tak dapat dimanfaatkan (DALY - Disability-Adjusted Life Year).
#penyakit #TB #Tuberkulosis
BERITA TERKAIT
PPLIPI Tingkatkan Solidaritas Antar Perempuan
Kacang Hijau dan Daun Adas Picu Produksi ASI
Museum Blanco Raih Penghargaan ISTA 2017 Kemenpar
Metode Pengobatan Kanker Ini Beri Harapan Baru
(Cheriatna, Pendiri PT Cheria Halal Holiday) Bisnis Wisata Halal Tak Pernah Sepi
Bolu Joeang, Oleh-oleh Ariel Tatum dan Dion Wiyoko
Kopi Jo, Sensasi Khas Ramuan Rempah yang Kaya Rasa

ke atas