MOZAIK

Senin, 20 Maret 2017 | 09:00 WIB

Merinding, Dahsyatnya Munajat Ali bin Abi Thalib

Merinding, Dahsyatnya Munajat Ali bin Abi Thalib
(Foto: ilustrasi)


PARA sahabat Nabi SAW sering disebut para singa di medan perang, namun juga peratap yang tak malu menangis di dini hari, di hadapan Ilahi. Di bawah ini adalah munajat yang sering dipanjatkan sahabat Ali bin Abi Thalib RA di keheningan malamnya.

Segala puji bagi-Mu, wahai Pemilik Kedermawanan, Keagungan, dan Ketinggian.Engkau Maha Agung, memberi dan mencegah siapa yang Kau kehendaki.



Hanya kepada-Mu aku mengadu di saat sulit dan bahagia, wahai Tuhanku, Penciptaku, Pelindungku dan Suakaku

Ilahi, jika dosa telah menumpuk, maka maaf-Mu lebih agung dan lebih lapang dari dosaku

Ilahi, jika kuturuti segala kehendak nafsuku, maka kini aku berkelana di sahara penyesalan.

Ilahi, Engkau melihat kefakiran dan kepapaanku, sedangkan Engkau mendengar munajatku yang tersembunyi

Ilahi, jangan Kau putus harapanku dan jangan biarkan hatiku tersesat, karena asaku tertumpu pada aliran karunia-Mu

Ilahi, jangan Kau sia-siakan daku atau Kau campakkan aku, maka siapa lagi yang dapat kuharap dan kujadikan penyafaat

Ilahi, lindungilah aku dari siksa-Mu, karena aku adalah hamba-Mu yang terpenjara, hina, takut dan bersimpuh pada-Mu

Ilahi, bahagiakanlah aku dengan mengajarkan hujjahku bila aku sudah kembali ke alam kuburku

Ilahi, jika Kau siksa daku seribu tahun, maka temali harapanku kepada-Mu tak kan terputus

Ilahi, biarkan aku merasakan manisnya maaf-Mu pada hari tiada keturunan dan harta yang bermanfaat di sana


Ilahi, jika Kau tak menjagaku, niscaya aku kan binasa, dan jika Kau memeliharaku, maka aku takkan binasa


Ilahi, jika Engkau tak maafkan pendosa, maka siapakah yang kan memaafkan orang jahat yang berlumuran hawa nafsu?

Ilahi, jika aku teledor dalam mencari ketakwaan, maka kini aku berlari mengejar maaf-Muilahi, jika aku berbuat kesalahan tanpa sepengetahuanku, aku selalu mengharap-Mu sehingga orang-orang berkata, Alangkah tidak takutnya ia!

Ilahi, dosa-dosaku telah menumpuk bak gunung menjulang, namun ampunan-Mu lebih agung dan tinggi dari dosaku

Ilahi, mengingat karunia-Mu dapat menyelamatkan bara (hati dan kekhawatiran)ku, sedangkan mengingat dosa-dosa, maka mengucurlah air mataku

Ilahi, maafkanlah kesalahanku dan musnahkanlah dosa-dosaku, karena aku mengaku, takut dan bersimpuh di haribaan-Mu

Ilahi, berilah kebahagiaan dan ketenangan kepadaku, karena aku tak kan mengetuk pintu selain-Mu

Ilahi, jika Kau usir aku atau Kau hinakan aku, maka apa dayaku dan tak ada yang bisa kuperbuat, ya Rabbi?

Ilahi, pencinta-Mu kan terjaga sepanjang malam, bermunajat dan memohon kepada-Mu, sedangkan orang yang lupa akan terlelap tidur

Ilahi, makhluk ini berada di antara dua tidur, maka kala sadar ia bersimpuh di malam hari.Mereka semua mengharap karunia agung-Mu, mengharap rahmat-Mu yang agung dan menginginkan keabadian

Ilahi, asaku memberikan sebuah harapan kebahagiaan, sedang keburukan dosaku akan menghinakanku

Ilahi, jika Kau memaafkanku, maka maaf-Mu adalah penyelamatku, dan jika tidak, aku kan hancur dengan dosa yang membinasakan ini

Ilahi, bangkitkanlah aku untuk agama Muhammad dan segera bertaubat, bertakwa, khusyu dan bersimpuh di haribaan-Mu

Ilahi, jangan Kau halangi aku dari syafaatnya yang agung, karena syafaatnya pasti terkabulkan. Curahkan sholawat atas mereka selama para muwahhid memohon dan orang-orang saleh bermunajat bersimpuh di pintu-Mu.

Ali bin Abi Thalib []
#alibinabithalib #doa #sahabatnabi #sahabatrasulullah
BERITA TERKAIT
Allah Tahu, Aku yang Membunuhnya!
Adakah Bacaan Tertentu saat Salat Duha?
(Kekeliruan dalam Menyambut Awal Tahun Baru Hijriah) Kekeliruan Ketiga: Memeriahkan Tahun Baru Hijriah
(Kekeliruan dalam Menyambut Awal Tahun Baru Hijriah) Kekeliruan Kedua: Puasa Awal dan Akhir Tahun
(Kekeliruan dalam Menyambut Awal Tahun Baru Hijriah) Kekeliruan Pertama: Doa Awal dan Akhir Tahun
(Kekeliruan dalam Menyambut Awal Tahun Baru Hijriah) Sahabat Tak Lakukan Amal Sambut Tahun Baru Hijriah
(Kekeliruan dalam Menyambut Awal Tahun Baru Hijriah) Bulan Muharram adalah Syahrullah (Bulan Allah)

ke atas