PASAR MODAL

Jumat, 17 Maret 2017 | 18:03 WIB

Rupiah Jumat Sore Menanjak Tipis

Rupiah Jumat Sore Menanjak Tipis
(Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat sore bergerak menguat tipis sebesar satu poin menjadi Rp13.346, dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.347 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk Rully Nova di Jakarta, Jumat (17/3/2017) mengatakan penguatan mata uang rupiah relatif terbatas setelah mengalami apresiasi cukup tinggi pada perdagangan kemarin (Kamis, 16/3) pasca keputusan The Fed menaikan suku bunganya.



"Sebagian investor menahan transaksinya seraya mencermati perkembangan ekonomi terbaru," katanya.

Ia mengatakan pelaku pasar tengah mencermati hasil pertemuan menteri keuangan G20 pada akhir pekan ini menyusul adanya kekhawatiran terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.


Di sisi lain, kata dia, harga minyak mentah dunia yang masih berada dalam area positif meski posisinya di bawah level 50 dolar AS per barel turut menahan laju rupiah lebih tinggi.

Sementara itu, ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan bahwa sebagian besar mata uang di kawasan Asia yang menguat terhadap dolar AS membuat sentimen penguatan untuk rupiah.

Di sisi lain, kata dia, salah satu sentimen yang menopang rupiah juga datang dari data cadangan devisa Indonesia yang sebesar 119,9 miliar dolar AS. Cadangan devisa itu dinilai cukup menjaga stabilitas rupiah terhadap mata uang asing.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Jumat ini mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah ke posisi Rp13.342 dibandingkan hari sebelumnya (Kamis, 16/3) Rp13.336 per dolar AS. [tar]
#rupiah #rully nova
BERITA TERKAIT
Pede terhadap Ekonomi Rupiah Terkatrol
Ekonomi Kondusif Batasi Pelemahan Rupiah
Aset-aset Negara Berkembang Kembali Dilirik
Rupiah Stabil jelang Rilis Data Perdagangan
Ekspektasi Bunga Fed Berkurang Hijaukan Rupiah
Rupiah Terkatrol Surplus Neraca Pembayaran
Rupiah Butuh Dukungan Surplus Neraca Dagang

ke atas