EKONOMI

Sabtu, 18 Maret 2017 | 04:29 WIB

Utang Luar Negeri Januari 2017 Tembus Rp 4.260T

Utang Luar Negeri Januari 2017 Tembus Rp 4.260T
(Foto: Inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan kenaikan utang luar negeri sebesar 3,4% (year on year) pada Januari 2017, menjadi US$320,3 miliar. Atau setara Rp 4.260 triliun (kurs Rp 13.300/US$)

Sedangkan utang dari debitur swasta menunjukkan tren penurunan, terkoreksi 4,3% menjadi US$159 miliar. Sementara utang luar negeri publik pemerintah bertumbuh 12,4% (yoy) menjadi US$161,2 miliar.

"Posisi ULN swasta pada akhir Januari 2017 terkonsentrasi di sektor keuangan, sektor industri pengolahan, sektor pertambangan, serta sektor listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,6 persen," tulis pernyataan BI dalam statistik Utang Luar Negeri Januari 2017.


Secara umum, BI melihat pertumbuhan ULN di sektor listrik, gas dan air bersih meningkat ketimbang Desember 2016. Sementara pertumbuhan tahunan ULN sektor pertambangan, industri pengolahan, dan industri keuangan masih mengalami kontraksi.

"BI memandang perkembangan ULN pada Januari 2017 tetap sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional, khususnya ULN sektor swasta," tulis BI.

Berdasarkan jangka waktu pengambilannya, ULN jangka panjang masih tetap mendominasi dengan total US$277 miliar, atau 86,5% dari total ULN.

Sedangkan ULN jangka panjang yang terdiri dari ULN sektor publik mencapai US$159,2 miliar, dan ULN sektor swasta sebesar US$117,8 miliar. Untuk ULN jangka pendek, tercatat sebesar US$43,3 miliar. Dan, ULN sektor publik sebesar US$2 miliar. [tar]
#bi #utang #presidenjokowi
BERITA TERKAIT
Jelang May Day 2017, Buruh Versus Teknologi
(Jelang May Day 2017) Mantan Stafsus SBY: Buruh dalam Ancaman
Berganti Nama PTPP Urban Bikin Rusunami MBR
(Jelang May Day 2017) Jokowi Buka Pembangunan Rusun Buruh di Tangsel
(Jelang May Day 2017) Buruh Tolak Keras Gerakan Nasional Non Tunai
Hindari Demo Buruh, Jokowi Terbang ke Hong Kong?
Duh, Dana Rp4T 'Terkunci' di Brangkas BPDP Sawit

ke atas