TEKNOLOGI

Senin, 20 Maret 2017 | 11:11 WIB

2 Tim Indonesia Raih Juara di Final DWC Asia 2017

2 Tim Indonesia Raih Juara di Final DWC Asia 2017
Tim Bengawan 2 dari dari Universitas Sebelas Maret (UNS) meraih juara kedua di final Drivers' World Championship (DWC) Asia 2017. (ist)


INILAHCOM, Singapura - Setelah melewati proses seleksi yang ketat dalam kompetisi UrbanConcept sehari sebelumnya, tim Bengawan 2 dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dan tim ITS 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali meraih sukses sebagai juara kedua dan ketiga di final Drivers World Championship (DWC) Asia 2017 pada hari terakhir festival Make the Future Singapore, Minggu (19/3/2017).

Kedua tim mahasiswa asal Indonesia itu menjadi dua dari tiga tim tercepat yang sukses menyelesaikan empat putaran dengan menggunakan energi dan bahan bakar secara efisien.



Bersama tim mahasiswa dari Filipina yang menjadi juara pertama, tim Bengawan 2 dan tim ITS 2 akan mewakili Asia di ajang DWC Global 2017 yang bakal digelar di London, Inggris, pada Mei mendatang.

baca juga: Indonesia Dominasi Shell Eco-marathon Asia 2017

Prestasi tim Bengawan 2 dan ITS 2 ini melengkapi dominasi kemenangan enam tim Indonesia sebelumnya di kategori UrbanConcept yang mencatat rekor jarak tempuh baru melalui tim Sadewa dari Universitas Indonesia dengan hasil 375 km/liter. Hasil tersebut merupakan pemecahan rekor atas hasil yang mereka capai di tahun 2014 dengan 301 km/liter.

Manajer Tim Bengawan 2 Ivan Fadil tak dapat menyembunyikan rasa haru dan sekaligus kebahagiaannya setelah timnya dinyatakan sebagai juara kedua DWC Asia 2017 dan berhak maju ke grand final di London.

"Bagi kami ini seperti mimpi. Tak pernah terpikirkan untuk menjadi juara kedua, apalagi sampai ke London. Alhamdulillah, kerja keras kami semua terbayar lunas di hari ini. Yang pasti, ini belum selesai, kami harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk tampil di ajang DWC Global 2017 di London pada Mei mendatang," ujar Ivan.

Perasaan yang sama juga diungkap oleh Annas Fauzy selaku Manajer Tim ITS 2. Menurutnya, kemenangan ini adalah kebanggaan yang membayar seluruh kerja keras dari seluruh anggota tim ITS 2.

"Kami semua memiliki mimpi yang sama, dan bahu-membahu kami mengusahakan mimpi itu terwujud. Kami sudah pernah tahun lalu di DWC Global di London, dan adalah berkah juga untuk kami di tahun ini kembali ke sana. Sekarang saatnya kami mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk bertarung di DWC Global mendatang," ucap Annas.

Perjalanan tim Bengawan 2 dan ITS 2 untuk manjadi juara di DWC Asia 2017 tentu saja tidak mudah karena mereka harus kembali melewati inspeksi teknis tahap akhir yang sangat ketat untuk bisa mengikuti putaran terakhir pada Minggu kemarin.

Indonesia diwakili oleh enam tim dalam kualifikasi DWC Asia 2017 dan empat di antaranya masuk ke putaran final. Selain tim Bengawan 2 dan tim ITS 2, dua tim mahasiswa Indonesia lainnya yang lolos inspeksi teknis dan berlaga di putaran final DWC Asia 2017 adalah tim Cikal Ethanol dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan tim Semar dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Setelah empat putaran, tim Bengawan 2 dan tim ITS 2 akhirnya berhasil menjadi juara dua dan tiga. Dengan dua kemenangan ini, Indonesia kembali dibanggakan oleh prestasi para mahasiswa dengan mobil UrbanConcept terbaik dari segi efisiensi dan kecepatan.

"Ini hasil yang sangat membanggakan untuk kita semua. Dua tim dari Indonesia berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya dan maju ke ajang Grand Final Drivers' World Championship di London," ujar Darwin Silalahi, Country Chairman dan Presiden Direktur PT Shell Indonesia, dalam siaran persnya kepada INILAHCOM.


Menurutnya, tim Bengawan 2 dan ITS 2 akan menjadi inspirasi besar bagi anak muda di Indonesia untuk terus bekerja keras dan berkreasi memberikan inovasi terbaik bagi masa depan bangsa.

"Sekali lagi, selamat kepada kedua tim! Selamat berjuang dan raih prestasi terbaik dalam kompetisi di London," lanjut Darwin.

Kedua tim Indonesia itu akan berangkat ke London bersama dengan tim mahasiswa dari Filipina yang menduduki podium untuk pemenang tingkat Asia di Singapura. Mereka akan mempersiapkan diri untuk berhadapan dengan tiga tim terbaik lain dari Amerika dan Eropa untuk memenangkan Grand Final dan meraih pengalaman seumur hidup di markas Scuderia Ferrari.

Technical Director Scuderia Ferrari Mattia Binotto mengatakan bahwa pihaknya merasa senang bisa bertemu dengan rekan-rekan dari Shell Eco-marathon di markas besar Ferrari di Maranello, Italia pada tahun lalu dan ia pun tidak sabar untuk bisa melakukan hal yang sama lagi di tahun ini.

"Semangat mereka sangat membesarkan hati dan saya yakin bahwa para insinyur muda ini adalah masa depan. Karena itu saya merasa terhormat bisa melakukan sesuatu yang bisa memberi mereka inspirasi," papar Binotto.

Sementara itu, di hari terakhir Shell Eco-marathon Asia 2017, para pemenang untuk kategori Mobil Prototype juga diumumkan. Satu tim Indonesia, yaitu tim Nakoela dari Universitas Indonesia (UI) berhasil menempati peringkat empat dalam kategori Mobil Prototype dengan bahan bakar ICE (Internal Combustion Engine atau Mesin Pembakaran Internal). Tim Nakoela mencatat jarak tempuh terbaik 919 km/liter dalam lima kali percobaan.













[ikh]
#Shell #SEMAsia2017 #Singapura #DWCAsia2017
BERITA TERKAIT
(Bertema Eksplorasi Luar Angkasa) Shell Hadirkan Koleksi Model Mainan Inovatif
Beli BBM Shell Bisa Koleksi Mainan Luar Angkasa
Olahraga Gabungan Parkour dengan Skateboard
Honda Civic Hatchback Turbo Jadi Mobil Resmi ISSOM
(Di Hari Kematian Sang Vokalis) Streaming Lagu Linkin Park Naik Drastis
(Apresiasi bagi Pelanggan Avanza) Toyota Kembali Gelar Avanzanation 2017
LG Luncurkan Q8 dengan Kamera Ganda

ke atas